Menjaga Kesehatan Bibir Dari Paparan Sinar Matahari 

July 1, 2024
Tips

Arifin

Tak hanya kulit secara keseluruhan, kesehatan kulit di bibir juga akan terganggu bila terus terpapar sinar matahari. Bibir sangat rentan terhadap sengatan matahari dan kerusakan akibat sinar matahari.

Kulit di bibir tak hanya sangat tipis dan halus, tetapi juga tidak memiliki banyak pigmen pelindung (alias melanin) dibandingkan dengan kulit di bagian tubuh lainnya. Mengoleskan lip balm atau lip gloss tanpa SPF akan memperburuk keadaan.

Tanda-tanda umum seseorang terlalu banyak terpapar sinar matahari bisa mencakup kemerahan parah pada kulit, rasa sakit atau sensitivitas, kulit melepuh atau terkelupas, dehidrasi, mual, pusing.
Sedangkan pada bibir, ada tambahan gejala terpapar matahari yang parah lainnya seperti kemerahan parah, pembengkakan, lepuh berisi cairan akibat paparan sinar matahari, rasa sakit yang parah sehingga membuat sulit makan, minum, atau berbicara, gatal, kekeringan, mengelupas, dan berkeropeng saat luka bakar mulai sembuh.

Mengatasi keracunan matahari pada bibir dapat dilakukan dengan pengobatan rumahan, asalkan luka bakar tersebut tidak menyebabkan gejala sistemik (yang membuat seseorang benar-benar merasa sakit).

Obat yang menenangkan (soothing) yang biasa digunakan untuk mengatasi kulit terbakar matahari parah di bagian tubuh lain, dapat dilakukan untuk pencegahan ekstra agar bibir Anda tetap lembut.

Cara lainnya adalah dengan menghindari sinar matahari, mulailah minum banyak air agar bibir tidak kering, kompres dingin dengan es yang dilapisi handuk selama 20 menit, gunakan semprotan antiseptik.

Coba pula menggunakan terapi alami lidah buaya untuk menenangkan kulit pasca terbakar sinar matahari. Gunakan juga pelembab bibir yang menyehatkan dan jangan memencet agar lepuhan di bibir tidak meradang.

Sumber: Well and Good, Mayo Clinic, Antara

© 2025 Amanz Media Sdn Bhd