Menangkal Nyeri Sendi 

July 2, 2024
Kesihatan

Arifin

Kurang aktivitas fisik, pola makan yang buruk, hingga gaya hidup tidak aktif berkontribusi pada timbulnya nyeri sendi di usia muda. Fenomena ‘remaja jompo’ menunjukkan bahwa generasi muda semakin sering mengalami nyeri sendi, yang lazimnya dialami oleh orang dewasa.

Maka perhatikan gaya hidup dalam keseharian. Kebiasaan duduk lama di depan komputer, dapat memperburuk kesehatan sendi. Pekerja kantoran sering mengalami nyeri sendi akibat posisi duduk yang statis serta penggunaan komputer berlebihan tanpa istirahat cukup serta postur tubuh yang tidak ergonomis.

Sementara itu kurang aktivitas fisik dapat meningkatkan risiko kematian dibandingkan dengan mereka yang aktif. WHO mencatat bahwa kurangnya aktivitas fisik merupakan penyebab kematian nomor empat di dunia.

Ada pun gejala awal osteoporosis kerap tidak terasa hingga terjadi patah tulang. Beberapa tanda awal termasuk nyeri punggung akibat patah tulang vertebra, penurunan tinggi badan, dan postur tubuh yang bungkuk.

Untuk faktor risiko osteoporosis meliputi usia lanjut, kekurangan kalsium dan vitamin D, gaya hidup sedentari, merokok, mengonsumsi alkohol berlebihan, serta riwayat keluarga dengan osteoporosis. Wanita pasca menopause juga memiliki risiko lebih tinggi karena penurunan hormon estrogen.

Untuk mencegah osteoporosis dan menjaga kesehatan sendi, disarankan melakukan latihan peregangan sederhana seperti peregangan otot punggung dan kaki, serta olahraga ringan seperti berjalan kaki, bersepeda, atau yoga.

Sumber: Antara

© 2025 Amanz Media Sdn Bhd