Menikmati ‘Melamban’ 

July 24, 2024
fakta menarik

Arifin

Adakah melamban selalu berakibat buruk? Nyatanya melamban juga diperlukan bagi diri. Melamban di antaranya diperlukan manakala telah terlalu hectic. Maka pelankan laju, cobalah berfokus mengerjakan satu tugas di kurun waktu tertentu. Mindful, hiduplah dalam kini.

Melamban juga dapat dilakukan dalam kurun waktu tertentu. Bisa sebagai relaksasi, mengisi tenaga, mengambil jeda. Ambil contoh, dengan menikmati kopi ataupun teh. Terdapat seni tersendiri untuk menikmati minuman tersebut. Mulai dari menyiapkannya, lalu meminumnya dengan perlahan, tanpa tergesa. Adakah Anda menerapkan hal semacam itu ketika mengonsumsi teh atau kopi kegemaran Anda?

Melamban juga dapat dilakukan seiring dengan aktivitas, seperti melukis, merajut, mewarnai. Ragam kegiatan tersebut, yang dikerjakan dengan mindful, diyakini dapat memusatkan konsentrasi, serta dapat menjadi pereda dari kecemasan.

Tahukah Anda, menurut riset, setiap hari kita mengambil kira-kira 35.000 keputusan. Dari yang kecil-kecil, sepele, sampai yang besar-besar, dan berdampak luas. Maka pilah pilihlah mana kiranya keputusan yang dapat diambil dengan segera, cepat, tak bertele-tele. Di samping itu, pilihlah keputusan yang memerlukan waktu lebih panjang, melamban, perlu perenungan.

Dengan membiasakan hal seperti itu, maka dapat mitigasi dari otak yang mengalami kelelahan, karena terlalu overthinking dalam membuat keputusan demi keputusan. Otak perlu untuk istirahat di beberapa waktu serta difungsikan dengan optimal untuk hal-hal, keputusan yang dirasa perlu ditimbang masak-masak.

© 2025 Amanz Media Sdn Bhd