Tumbuh Berpetualang Bersama Anak
Arifin
Tumbuh kembang anak dapat teroptimalisasi seiring stimulasi-stimulasi yang diberikan. Di sisi lain, sesungguhnya orang tua pun dapat mengalami tumbuh berpetualang bersama anak. Dikarenakan anak meneladani apa-apa yang dilakukan oleh orang tuanya, maka sebisa mungkin ayah-bunda menghadirkan tindakan-tindakan yang laik dicontoh.

Ambil contoh dengan upaya melakukan stimulasi motorik, maka sebaik-baiknya orang tua menerapkan pula gaya hidup aktif bergerak. Dengan kesadaran begitu, maka sedentary lifestyle dapat tergeser dari hal-hal keseharian. Orang tua dan anak dapat melakukan aktivitas bersama, seperti berolahraga, ataupun dalam keseharian menempuh jalan kaki bersama di sekitar rumah.
Contoh lainnya mengenai makanan dan minuman yang disantap. Orang tua selaiknya menjadi teladan dalam mengonsumsi menu gizi seimbang. Meminta anak makan sayur misalnya, akan terasa seperti permintaan yang “kering”, bila orang tua tak mencontohkan dengan makan sayur pula.
Dalam urusan beribadah pun, anak akan mengambil referensi dari orang tuanya. Maka sedini mungkin paparkan serta libatkan anak dalam kegiatan-kegiatan ibadah.
Tumbuh berpetualang bersama anak, orang tua diajak pula untuk mencoba hal-hal baru ataupun melihat dari sudut pandang lainnya. Dikarenakan anak ingin mencoba wahana tertentu misalnya, maka orang tua pun ikut menemani. Secara personal, penulis mengalaminya, alhasil jadilah mencoba untuk kali pertama naik All Terrain Vehicle (ATV), serta naik kuda.
Ada pun untuk melihat sudut pandang lainnya, bagaimana anak berpikir, berani mencoba berbagai hal. Hal yang mungkin tak terpikirkan oleh warga senior: orang tua. Keberanian mencoba serta berani gagal dari anak, betapa orang tua disegarkan kembali pemahamannya dengan melihat dan merasakan langsung pada apa yang dilakukan anak. Sesungguhnya seiring stimulasi, tumbuh berkembangnya anak, orang tua juga dapat mengiringi dengan ikut tumbuh berpetualang menjadi versi yang lebih baik dari diri.