Srombotan & Tengkleng “Makanan Rakyat Jelata” Yang Diminati Luas
Arifin
Membaca buku 100 Mak Nyus Makanan Tradisional Indonesia memantik bahwa perihal kuliner dapat menjadi hal yang universal dan menyatukan. Walau dahulunya merupakan makanan rakyat jelata, di era kini, berbagai lapis masyarakat begitu menikmati menyantap kuliner tersebut.

Ya, perihal makanan memang memiliki dimensi sejarah, serta dapat dikaitkan dengan sosial budaya. Mari mengambil sejumlah sampel dari makanan-makanan yang ada. Srombotan adalah gabungan antara pecel dan urap. Sayur-mayurnya sama, tetapi sambalnya ganda, yaitu sambal kacang pedas encer dan parutan kelapa berbumbu.
Sayur-mayur pada srombotan sangat lengkap: kangkung, bayam, kacang panjang, tauge, kecipir, kadang-kadang juga bunga turi, jantung pisang, dan kol. Semuanya dikukus. Campuran sayur-mayur itu disiram sambal koples yang pedas, lalu ditaburi bumbu urap. Menurut penulis buku 100 Mak Nyus, Bondan Winarno, srombotan adalah hidangan kaum proletar yang murah-meriah, sehat, dan penuh citarasa.

Contoh lainnya yakni tengkleng. Menurut foodie Bondan Winarno, sejarah tengkleng mungkin sekali mirip sop tangkar yang populer di kawasan Betawi. Di masa lalu, selain harganya mahal, daging sapi hampir secara eksklusif hanya dapat dikonsumsi oleh orang-orang kaya. Penduduk yang berekonomi lemah hanya mampu membeli tetelan, atau sedikit daging yang masih menempel pada tulang-belulang sapi. Tetapi, dengan kreativitas serta keterampilan kuliner yang tinggi, masyarakat Betawi mampu mengolah tetelan menjadi sop tangkar yang lezat. Demikianlah juga yang terjadi di Solo dengan penciptaan tengkleng.
Tengkleng umumnya dibuat dari tetelan kambing, seperti iga, kaki, dan seluruh bagian kepala. Daging kambing dipakai untuk sate, sedangkan jeroannya dan sebagian daging yang berlemak dipakai untuk gulai. Hingga sekarang, tengkleng versi rakyat masih menampilkan tetelan. Tetapi, karena tengkleng semakin digemari masyarakat kelas atas, sekarang mulai tampil tengkleng yang isinya dari bagian-bagian kambing yang lebih berdaging.