Merayakan Kemerdekaan Dengan Pantun
Arifin
Pantun merupakan bentuk puisi Melayu, tiap bait (kuplet) biasanya terdiri atas empat baris yang bersajak (a-b-a-b), tiap larik biasanya terdiri atas empat kata, baris pertama dan baris kedua biasanya untuk tumpuan (sampiran) saja dan baris ketiga dan keempat merupakan isi.
Pantun memiliki keindahan secara estetik, serta menawarkan permainan rima dan irama (ketukan dari tiap suku kata). Pantun juga memperhitungkan dengan cermat setiap suku kata yang terdapat dari setiap baris kalimat.

Pantun dapat menjadi “ice breaking” seperti ditunjukkan oleh Jarjit pada serial Upin & Ipin. Bagaimana Jarjit mencairkan suasana dengan melontarkan pantun.
Pantun dapat menjadi wahana berinteraksi. Seperti misalnya pantun teka-teki, apa gerangan jawabannya, bagaimana menyusun pantun pertanyaan, dan sebagainya. Pantun teka-teki membutuhkan keterampilan berbahasa serta menerka. Saat pantun teka-teki diucapkan, maka perlu diterka jawabannya. Bila sekiranya telah menemukan jawab, maka perlulah kiranya untuk mengemas jawaban dalam bentuk pantun. Menarik bukan?
Pantun teka-teki contohnya seperti berikut, yang tak mampu dipecahkan oleh Jarjit:
Budak jalan terjengket-jengket,
Berjalan hingga ke Kuala Lumpur,
Warna putih duduk berderet,
Pagar di dalam dinding di luar.
Dapatkah Anda menerka jawaban dari pantun di atas?
Pantun sebagai wahana berinteraksi juga dapat terlihat ketika sedang saling berbalas pantun. Di samping itu, pantun juga dapat mengawali serta mengakhiri pidato. Segenap perhatian dapat tertuju dengan pantun yang terdiri dari kalimat singkat tersebut, interaksi pun dapat terjadi dengan pendengar pidato.
Marilah gemar berpantun dalam berbagai kesempatan. Anda dapat menggunakan pantun nasihat, pantun teka teki, pantun jenaka – disesuaikan dengan keperluan. Saling beradu pantun pun dapat digunakan sebagai hiburan di waktu lapang ataupun dalam aktivitas perlombaan. Tertarik menyertakan lomba pantun pada perayaan kemerdekaan Agustus ini?