Begitu Berharganya Roti Dalam Cerita Favoritmu 

August 23, 2024
fakta menarik

Arifin

Secara definisi, roti merupakan makanan yang dibuat dari bahan pokok tepung terigu, banyak macamnya. Roti juga dikenal berbentuk bulat pipih dan tidak mengembang, dibuat dari tepung gandum dan dimasak di atas wajan datar yang panas, merupakan makanan pokok sehari-hari yang dimakan bersama kari.

Roti muncul dalam sejumlah cerita, yang bisa jadi kisah favoritmu. Terdapat Lembas, roti yang disantap Katniss Everdeen, serta filosofi roti pada cerita Madre.

Simaklah Lembas (roti untuk bekal perjalanan yang dibuat oleh bangsa Elf) pada The Lord of the Rings. Anda mungkin teringat dengan bagaimana Frodo dan Sam harus berhemat Lembas untuk perjalanan panjang lagi berbahaya yang ditempuh mereka.

Lalu lembas juga menjadi wahana untuk “menyingkirkan”, yang dilakukan Gollum kepada Sam. Dengan keterbatasan stok Lembas, Gollum melakukan framing bahwa Sam memakan Lembas melebihi batas. Framing itu dengan menaruh remahan roti di pakaian Sam. Frodo dan Sam sempat berpisah karena perkara tersebut.

Sementara itu, roti bisa menjadi wahana welas asih, hingga menunjukkan karakter diri. Peeta Mellark yang berbaik hati untuk berbagi roti kepada Katniss Everdeen di musim dingin yang menggigit. Buah kelakuan baik itu terbawa sampai jauh dan terkenang bagi Katniss ketika mereka akhirnya mengikuti The Hunger Games.

Bergeser ke kisah lainnya, yakni karya Dewi Lestari yang berjudul Madre. Temui makna dan filosofinya melalui uraian singkat karakter utamanya Tansen sebagai berikut:

Madre adalah adonan biang. Hasil perkawinan antara air, tepung, dan fungi bernama Saccharomyses exiguus. Lakshmi, nenekku, mengulturkannya sendiri. Ia bereksperimen dengan banyak bahan, dari kulit buah sampai tapai, hingga ia menemukan kultur yang menghasilkan biang dengan citarasa yang paling pas. Melalui ulenan tangannya, Madre lahir pada tahun 1941.

Bahkan sebelum Tan de Bakker. Sebagai adonan biang, sebagian Madre selalu dipakai untuk mengembangkan roti. Sementara sisa Madre beristirahat dalam lemari pendingin, kumpulan Saccharomyses exiguous dan Lactobacillus yang disumbangkannya tadilah yang meronggakan, mewangikan, dan merenyahkan semua roti Tan de Bakker. Secara rutin, kultur hidup yang ada di dalam Madre diberi “makan” lagi dengan tepung dan air baru hingga ia terus berkembang biak menjadi ibu bagi roti-roti berikutnya.

Begitulah kiranya sekelumit begitu berharganya roti-roti dalam cerita-cerita di atas. Tak sekadar disantap, nikmat, namun turut menggerakkan roda cerita dalam kisah-kisah tersebut.

© 2025 Amanz Media Sdn Bhd