Agar Anak Belajar Secara Mandiri Serta Berakar Dari Rasa Ingin Tahunya
Arifin
Ayah-bunda dapat mengupayakan pembelajaran bermakna bagi anak dalam keseharian. Sesuaikan hal tersebut dengan tahapan perkembangan anak. Dorong anak untuk belajar secara mandiri, mengambil inisiatif.
Orang tua dapat mengupayakan agar anak dapat memilih dan melakukan berbagai kegiatan secara mandiri, sehingga dapat membentuk rasa pencapaian dan kemandirian yang berakar pada rasa ingin tahu mereka.

Misalnya, bila anak sedang menunjukkan minat pada dinosaurus, orang tua bisa mengambil langkah lebih lanjut. Ayah-bunda bisa menciptakan cara untuk mempelajari pada berbagai area pembelajaran. Dinosaurus dapat dikaitkan dengan matematika hingga seni. Contohnya mempelajari konsep bilangan matematika dengan tema dinosaurus, belajar kosakata dan membentuk kata dengan nama-nama dinosaurus, mengenal ragam jenis dinosaurus, serta menggambar dan mewarnai aneka dinosaurus. Metode tersebut memungkinkan anak untuk memilih, menemukan, dan belajar tentang hal-hal yang paling mereka minati.

Belajar secara mandiri serta berakar dari rasa ingin tahu, juga berarti membiarkan anak untuk mencoba, mencoba, mencoba. Orang tua juga perlu memiliki stok kesabaran untuk menoleransi kesalahan anak, serta belum sempurnanya apa yang mereka lakukan. Pada tahap tertentu, biarkan anak mencoba, tanpa perlu intervensi berlebih dari orang tua.
Biarkan anak mencoba, mungkin caranya akan berbeda dengan yang menurut kita langkah-langkah yang harus dilakukan. Namun, anak dengan umurnya akan mencoba dengan pengetahuan dan pengalaman yang dia punya. Di sisi lain, bisa jadi cara anak ternyata merupakan cara lainnya untuk menuju hasil, tujuan.
Belajar secara mandiri serta berakar dari rasa ingin tahu, hal tersebut merupakan upaya untuk memupuk motivasi internal anak untuk belajar. Anak pun akan memaknai kata’belajar’ secara proporsional, utuh, menarik, serta sesuatu yang menantang.