Ketika Buntu Menulis

September 18, 2024
Tips

Arifin

Menulis, sama seperti keterampilan lainnya, di waktu tertentu dapat mengalami pampat, kebuntuan penulis (writers’ block). Lalu apa yang harus dan bisa dilakukan? Mengidentifikasi penyebab kebuntuan dapat menjadi salah satu cara. Apakah karena kelelahan, jenuh, kurang bahan, dan sebagainya. Dengan tahu penyebabnya, maka lebih mudah untuk menemukan solusinya.

Cara untuk mengatasi kebuntuan penulis juga dapat berbeda antara orang per orang. Wajar saja karena bisa jadi ada keunikan, cara tersendiri. Maka di samping membaca aneka tips, Anda pun dapat berupaya, menemukan sendiri formula yang paling tepat ketika mengalami kebuntuan menulis.

Memiliki banyak cara, formula, baik adanya, karena dengan begitu seseorang dapat menggunakan berbagai macam pendekatan. Ada pun dari pengalaman yang saya dapatkan ketika buntu menulis, ada beberapa cara yang saya terapkan. Di antaranya adalah tidur atau beristirahat. Menulis merupakan kegiatan yang dapat menguras otak serta stamina, maka salah satu menyegarkan kembali tubuh dan pikiran dengan istirahat.

Tips lainnya yakni dengan membaca. Membaca ibarat berburu ide serta informasi. Dapat yang sifatnya memang tematik terkait tulisan, atau jika memang sedang benar-benar suntuk, bisa kok membaca genre lainnya.

Memiliki banyak output juga dapat menjadi cara untuk tetap menulis dengan baik. Ketika sedang buntu dalam menulis artikel, saya terkadang beralih pada penulisan puisi. Hal tersebut dapat menyegarkan, serta untuk kemudian kembali lagi berfokus. Di samping itu ada perasaan telah rampung mengerjakan karya lainnya ataupun mengerjakan sesuatu.

Pikirkan juga untuk mengganti suasana kala buntu menulis. Entah itu tempat menulis, pemandangan kala menulis, musik latar, dan sebagainya. Keruwetan di pikiran juga bisa jadi terurai dengan berbenah, bersih-bersih ruang menulis.

Masih buntu dalam menulis? Mungkin Anda dapat mempertimbangkan untuk “mencari keringat” terlebih dahulu dengan berolahraga. Bahkan sekadar jalan kaki santai saja dapat memantik ide yang pampat. Pikiran dan tubuh saling terkait sesungguhnya.

Kebuntuan ketika menulis juga dapat diupayakan pupus dengan mengobrol. Baik yang terkait dengan tema tulisan ataupun mengobrol dengan tema acak saja. Siap sedia alat pencatat bila mendapatkan ide ketika mengobrol ya.

Kebuntuan dalam menulis, bisa jadi karena memang tubuh dan pikiran perlu kembali disegarkan. Karena sejatinya ide ada di mana-mana. Dari yang dilihat, dicium aromanya, didengar, disentuh teksturnya, ada begitu banyak pemantik yang dapat menjadi awalan ataupun menyambung ide yang sedang mengalami stagnasi.

© 2025 Amanz Media Sdn Bhd