Upaya Mengatasi Anak Yang ‘Picky Eater’
Arifin
Orang tua sebaiknya membangun aturan makan untuk mengatasi anak yang suka pilah-pilih makanan.
Beberapa penelitian melaporkan hubungan antara kualitas pola makan anak dan pola makan ibu selama kehamilan dan menyusui. Bila seorang ibu memiliki preferensi bawaan terhadap beberapa jenis makanan, misalnya makanan manis, hal ini bisa memengaruhi makanan yang mereka pilih.

Jika anak sudah terlanjur picky eater atau hanya mau makanan tertentu, orang tua dapat menggunakan cara responsive feeding (mengenali kapan anak lapar dan kenyang) serta mencampurkan makanan dengan apa yang menjadi kesukaan anak.
Pilah-pilih makanan dapat menyebabkan kekurangan gizi lengkap yang dibutuhkan tubuh hingga dewasa. Risikonya adalah kekurangan zat gizi baik makro atau mikro tertentu yang berakibat pada kurang gizi bahkan stunting bila dibiarkan terlalu lama.
Anak yang hanya mengonsumsi makanan tertentu bisa jadi kekurangan gizi yang dibutuhkan seperti karbohidrat, lemak, protein, serta zat gizi lainnya seperti zat besi, zinc, dan multivitamin.
Anak juga akan mengalami defisiensi nutrien tertentu yang mengakibatkan masalah kesehatan saat anak tumbuh besar. Salah satunya yang sering terjadi pada anak adalah anemia.
Selain itu, kebiasaan anak hanya mau makanan tertentu, seperti lebih suka makanan kerupuk atau menolak tekstur daging, juga dapat berlanjut hingga anak bertambah usia.
Bila anak tetap dibiarkan hanya suka makan jenis tertentu, misalkan nasi telur saja, atau makan dengan lauk yang digoreng saja tentu dapat menetap sampai usia yang lebih besar.
Orang tua harus tetap membiasakan anak makan makanan beragam, karena preferensi makan orang tua terutama ibu amat memengaruhi kebiasaan makan atau rasa pada anak. Menurut penelitian, ciri-ciri pola makan ibu memengaruhi 30 persen variasi kualitas pola makan anak, bahkan sejak masa kehamilan dan menyusui.
Sumber: Antara