Membiasakan Bercerita Sejak Dini 

September 23, 2024
Famili

Arifin

Manusia menyukai cerita. Maka tak mengherankan, bila pesan-pesan baik yang tersirat maupun tersurat dalam cerita dapat lebih “nendang” serta teringat di ingatan. Lantas, telahkah kita menyiapkan, menjadi ekosistem yang baik untuk bercerita?

Bercerita dapat diupayakan sejak dini. Maka dalam parenting, mengenal pula aspek bercerita. Telahkah ayah-bunda menjadi tempat keseharian di mana anak bercerita dengan nyaman? Bercerita apa saja.

Perlu kiranya bagi orang tua untuk menghadirkan fokus, serta menyimak dengan sungguh cerita-cerita dari anak. Anak bisa jadi hanya perlu didengarkan saja ceritanya, tanpa perlu diceramahi tentang ini-itu. Tunjukkan pula ketertarikan pada apa yang diceritakan anak. Hal yang dapat terlihat dari bagaimana sikap dari ayah-bunda ketika anak bercerita. Adakah mata ayah-bunda menatap dengan sungguh? Mendengarkan dengan penuh? Menyimak dengan utuh? Mengajukan pertanyaan, pernyataan tertentu?

Bila anak sejak dini bercerita kepada orang tuanya tentang apa saja, ada begitu banyak faedah yang dapat termaktub. Kedekatan nyata anak-orang tua; anak pun terbiasa mengungkapkan perasaan, pikiran, emosi.

Kebiasaan bercerita ini pun dapat menjadi bekal anak ketika nantinya meniti karier. Dikarenakan kemampuan bercerita, bermanfaat adanya baik itu dalam lingkup pekerjaan maupun bersosial. Konten tertentu bila dikemas dalam bentuk cerita dapat lebih luas pengaruhnya, serta mudah dicerna. Bercerita pun sesungguhnya dapat multiplatform, baik berbentuk tulisan, audio, visual, dan sebagainya. Cobalah cermati bagaimana karya tulis, foto, film, iklan, merupakan deretan output yang memiliki akar yang sama yakni bercerita.

© 2025 Amanz Media Sdn Bhd