Merebut Perhatian Pada Manusia Yang Tergesa-Gesa 

October 3, 2024
fakta menarik

Arifin

Manusia diciptakan bersifat tergesa-gesa. Artinya bersifat terburu-buru dalam mengerjakan sesuatu. Memahami hal tersebut maka menjadi relevanlah segala teori dan praktik yang telah dikenal luas. Sebut saja istilah click bait pada pemberitaan, lalu juga judul pada artikel yang memantik diri untuk melihat kontennya.

Secara struktur penulisan berita pun telah mengakomodasi tergesa-gesanya manusia. Sebuah berita lazimnya dibuat dengan struktur piramida terbalik  (inverted pyramid). Struktur tersebut membuat informasi terpenting dimuat lebih awal. Tingkat kepentingan informasi dalam berita selanjutnya menurun seiring dengan peningkatan urutan paragraf. 

Paragraf awal disebut teras, yang memberikan informasi terpenting dalam bentuk jawaban pertanyaan apasiapadi manakapanmengapa, dan bagaimana atau5W1H (whatwhowherewhenwhyhow).

Membetot perhatian sejak awal juga menjadi resep bagi sejumlah film action seperti James Bond, Mission Impossible. Terdapat benang merah yang sama dari film aksi tersebut pada awal mulanya. Langsung ngegas menampilkan aksi dan konflik tertentu.

Hal senada dapat diaplikasikan ketika membuat konten di media sosial. Seperti tips untuk reels (short video), upayakan videomu di bawah 60 detik, serta berikan hook pada 5 detik awal. Hal ini mengingat semakin pendeknya rentang konsentrasi para pengguna media sosial (dilihat dulu selama 8-13 detik, lalu warganet akan menentukan apakah akan lanjut menonton atau menutupnya). Serta sebagai upaya agar video Anda ditonton sampai habis serta tidak lewat begitu saja di-scroll oleh pengguna media sosial.

Begitu tergesanya manusia, hingga penulis Raditya Dika mengungkap perlunya membuat ikhtisar dari karya secara pendek. Sependek apa? Sependek waktu ketika menjelaskan kepada seseorang saat menaiki lift. Raditya menjelaskannya dengan contoh, ketika ia “menjual” ide naskah film Hangout dilakukan dalam pembicaraan di lift.

© 2025 Amanz Media Sdn Bhd