Setelah Membaca, Lalu Apa? 

October 7, 2024
Tips

Arifin

Membaca telah dikenal luas sebagai cara untuk menambah wawasan. Berbagai jenis serta topik bacaan dapat membuat diri memiliki spektrum pengetahuan yang beragam. Pun dengan bacaan tematik yang membuat pembacanya dapat menyelami niche dari suatu hal.

Adakah Anda memiliki kebiasaan untuk merangkum ataupun mencatat apa-apa yang dibaca? Hal tersebut dapat berguna untuk lebih melekatkan apa yang dibaca. Di samping itu, di lain kesempatan dapat dibaca ulang, menjadi ide dan inspirasi.

Dengan membaca, seseorang memiliki bahan untuk berbincang-bincang dengan orang lain. Lalu, dengan membaca, merupakan bekal berharga untuk menulis.

Selagi ataupun setelah membaca, seseorang dapat menetapkan intisari serta benang merah dari apa yang dibaca. Dari yang dibaca tersebut, poin-poin mana saja yang paling berkesan ataupun terkait dengan diri.

Adakah Anda memiliki waktu tertentu untuk membaca ataupun di kesempatan-kesempatan khusus? Misalnya sedari pagi, menjelang tidur, ketika dalam perjalanan, dan sebagainya? Ya membaca, memang dapat pula sebagai relaksasi diri. Dimana diri dapat lebih relaksasi setelah membaca.

Setelah membaca, apakah berarti henti saja? Tentu saja ada berbagai opsi tindakan yang dapat dilakukan. Di antaranya melakukan resensi, refleksi dari apa yang dibaca. Resensi pun tak harus utuh mengenai satu buku. Anda dapat memilih bagian yang menurut Anda paling menarik serta paling terkait dengan diri. Anggap saja hitung-hitung resensi ini sebagai cara lain untuk mencatat dan mengingat apa yang dibaca. Ketika apa yng dibaca menjadi karya lainnya, maka akan lebih mendalam pemahaman terhadap bacaan.

Setelah membaca, tentunya Anda dapat bersetuju ataupun tidak setuju dengan apa yang dibaca. Anda dapat mengkritisi bacaan. Dikenal juga istilah “marginalia”, coretan-coretan di tepi halaman buku.

Melalui “marginalia” itu, si pembaca dapat “bercakap” dengan isi buku. Apakah ia menolak pemikiran penulisnya, meragukan, atau menyetujuinya. Dengan demikian ada kerja aktif dari membaca. Membaca tak hanya sekadar pasif, menerima saja. Membaca dapat menjadi aktif, karena “bercakap”, serta seakan “berdialog” dengan isi buku.

Setelah membaca, seseorang juga dapat menimbang, mencari poin mana yang dapat diterapkan dalam keseharian. Membaca, menjadi dasar ilmu dalam pikiran, ucapan, serta tindakan.

© 2025 Amanz Media Sdn Bhd