Perjalanan Cahaya
Arifin

Berangkatlah ia
Memotret
Memburu momen
Menangkap rupa-rupa emosi manusia
Keringat & cerita manusia
Ia punya macam-macam “alat berburu”
Ada yang model kekinian, ada yang lawas
Masing-masing alat itu punya cara, punya pendekatan untuk bercerita
Hal-hal sederhana yang lewat begitu saja dari amatanmu
Matanya, mengamati dengan sungguh
Menunggu, menanti
Memotret adalah kerja panca indra
Menangkap suasana, menceritakan nuansa
Bahkan dari bangunan-bangunan tua itu
Yang mendongak
seakan berbicara kepadanya
Ia, menelusuri arsip-arsip sejarah
Kisah bangunan cagar budaya
Mengapa begini, mengapa begitu
Sejak dulu ia suka mengamati cahaya
Arah datangnya, akibatnya
Cahaya yang menghadirkan bayang-bayang
Bayangan yang memendek & memanjang
Selepas berburu foto
Ia menatap bayangannya sendiri
Lampu-lampu kota dinyalakan
Di kamar proses foto
Ia melihat hasil jepretannya seharian ini
Bukankah manusia begitu identik di foto-foto ini?
Berangkat & pulang dengan keresahan & harapan masing-masing
Yang sunyi dari kata
Yang merona
Dengan warna cahaya yang menerpa muka
Beberapa terang, beberapa gelap
Fokus tertentu, kabur di beberapa
Masih ada senyum di foto-fotonya, baik yang benderang, malu-malu, yang tersirat-tersurat
Masih ada sedih, cemas
Seperti komposisi kehidupan yang diramu dari macam-macam cahaya