Perjalanan Cahaya 

October 21, 2024
Puisi

Arifin

Berangkatlah ia

Memotret

Memburu momen

Menangkap rupa-rupa emosi manusia

            Keringat & cerita manusia

            Ia punya macam-macam “alat berburu”

            Ada yang model kekinian, ada yang lawas

            Masing-masing alat itu punya cara, punya pendekatan untuk bercerita

Hal-hal sederhana yang lewat begitu saja dari amatanmu

Matanya, mengamati dengan sungguh

Menunggu, menanti

Memotret adalah kerja panca indra

Menangkap suasana, menceritakan nuansa

            Bahkan dari bangunan-bangunan tua itu

            Yang mendongak

            seakan berbicara kepadanya

            Ia, menelusuri arsip-arsip sejarah

            Kisah bangunan cagar budaya

            Mengapa begini, mengapa begitu

Sejak dulu ia suka mengamati cahaya

Arah datangnya, akibatnya

Cahaya yang menghadirkan bayang-bayang

Bayangan yang memendek & memanjang

            Selepas berburu foto

            Ia menatap bayangannya sendiri

            Lampu-lampu kota dinyalakan

            Di kamar proses foto

            Ia melihat hasil jepretannya seharian ini

Bukankah manusia begitu identik di foto-foto ini?

Berangkat & pulang dengan keresahan & harapan masing-masing

Yang sunyi dari kata

Yang merona

Dengan warna cahaya yang menerpa muka

Beberapa terang, beberapa gelap

Fokus tertentu, kabur di beberapa

            Masih ada senyum di foto-fotonya, baik yang benderang, malu-malu, yang tersirat-tersurat

            Masih ada sedih, cemas            

Seperti komposisi kehidupan yang diramu dari macam-macam cahaya

© 2025 Amanz Media Sdn Bhd