Awas Efek Dehidrasi Ketika Batuk Dan Pilek! 

November 5, 2024
fakta menarik

Arifin

Gejala-gejala dehidrasi kadang terabaikan ketika orang terserang infeksi saluran pernafasan atas seperti batuk dan pilek. Dehidrasi berarti berkurangnya cairan tubuh akibat kehilangan cairan yang berlebihan, berkurangnya asupan cairan, atau keduanya.

Semua jenis cairan yang hilang mengandung elektrolit dalam jumlah yang berbeda-beda, sehingga kehilangan cairan selalu disertai dengan kehilangan elektrolit dalam jumlah tertentu. 

Pada infeksi saluran pernapasan atas, demam itu sendiri menyebabkan dehidrasi karena menyebabkan keringat berlebih serta peningkatan pernapasan. Selanjutnya, karena tubuh mengonsumsi energi untuk melawan infeksi, peningkatan kebutuhan energi bisa menyebabkan defisit energi.

Sakit tenggorokan yang merupakan gejala awal umum infeksi saluran pernafasan atas bisa mengganggu asupan cairan yang selanjutnya menyebabkan dehidrasi.

Defisit tersebut semakin parah karena asupan makanan dan cairan yang tidak memadai secara kumulatif menyebabkan defisit energi, elektrolit cairan.

Defisit cairan, elektrolit, serta energi semasa infeksi virus dan infeksi saluran pernafasan atas bisa menyebabkan nyeri otot, kram otot, dan kelemahan otot. Dehidrasi juga bisa menyebabkan penebalan sekresi yang membuatnya menjadi sulit dikeluarkan dari paru-paru.

Dehidrasi juga bisa berdampak negatif pada gejala sakit pernapasan seperti batuk, mengganggu kekebalan tubuh, menunda pemulihan, dan meningkatkan kemungkinan infeksi berulang.

Pemberian suplemen elektrolit dan energi kepada pasien dengan infeksi saluran pernapasan atas bisa membantu meningkatkan kecepatan pemulihan pasien. American Society of Parenteral and Enteral Nutrition (APSEN) merekomendasikan minum 60-120 ml cairan bening yang mengandung elektrolit dan kalori setiap 15 menit untuk mengencerkan sekresi pernapasan selama sakit.

Mengonsumsi elektrolit bersama air bisa membantu meredakan nyeri otot dan kram selama infeksi.

Selama mengalami infeksi asupan karbohidrat juga harus dijaga guna mencegah pemecahan protein otot untuk menghasilkan energi.

Dalam kondisi seperti demam, mengonsumsi minuman yang mengandung elektrolit dan energi bisa membantu dalam proses pemulihan. 

Perlunya pengembalian cairan elektrolit dan defisit energi dengan format yang tepat agar pasien dapat pulih lebih cepat. Sebaiknya melakukan konsultasi dengan dokter bila mengalami demam tinggi, batuk, nyeri otot yang terus-menerus, atau gejala dehidrasi seperti lidah kering, urine berwarna gelap.

Sumber: Hindustan Times, Antara

© 2025 Amanz Media Sdn Bhd