Mengupayakan Rasa Ingin Tahu Anak 

November 7, 2024
Famili

Arifin

Berbagai keterampilan, selain karena bakat dan minat, perlu diupayakan terus-menerus, dirawat dalam nuansa yang kondusif. Seperti rasa ingin tahu. Mengapa rasa ingin tahu penting? Rasa ingin tahu merupakan elemen dari pembelajaran sepanjang hayat. Dengan rasa ingin tahu, seseorang dapat mengulik, mencoba-coba, melakukan eksplorasi.

Rasa ingin tahu merupakan bekal untuk beradaptasi. Dikarenakan terdapat kodrat zaman, perubahan, yang membuat diri perlu senantiasa menyesuaikan. Untuk beradaptasi, akarnya yakni rasa ingin tahu. Perubahan yang terjadi serta siap belajar hal baru merupakan perjalanan yang memerlukan fondasi rasa ingin tahu.

Rasa ingin tahu sesungguhnya merupakan hal yang alami pada anak, namun dapat surut, susut karena lingkungan yang tak mendukung. Telahkah ketika anak bertanya, orang tua menjawab dengan baik? Telahkah ketika anak bertanya, orang tua hadir seutuhnya, mendengarkan dengan sungguh, tak menyepelekan pertanyaan anak, serta berusaha menjawab dengan sungguh?

Mengupayakan rasa ingin tahu anak, juga dapat dicontohkan dengan orang tua yang memiliki rasa ingin tahu. Anak dapat melihat baik yang tersirat serta tersurat.

Rasa ingin tahu bisa diupayakan dengan menghadirkan pertanyaan pemantik. Ya, rasa ingin tahu memang berhulu dari pertanyaan demi pertanyaan. Hadirkan pertanyaan pemantik dalam keseharian. Dengan begitu anak merasa dilibatkan, pendapatnya dihargai. Di samping itu, anak pun menjadi terbiasa dengan pertanyaan pemantik.

Rasa ingin tahu juga dapat dilakukan dengan melibatkan anak dalam berbagai aktivitas yang dilakukan bersama orang tua. Dalam berbagai aktivitas keseharian tersebut, lazimnya anak akan melayangkan pertanyaan, ingin tahu ini-itu

Rasa ingin tahu juga dapat diupayakan sebagai perjalanan bersama antara orang tua dan anak. Dari obrolan-obrolan yang ada, bahkan dari hal sederhana seperti dalam keseharian. Berdiskusi tentang banyak hal bersama anak, menghargai pandangan serta pendapat ananda, dengan begitu anak juga terbiasa mengeksplorasi berbagai kemungkinan yang ada.

Rasa ingin tahu juga dapat dirawat dengan mengetahui bahwa ada begitu banyak hal yang tidak diketahui. Dengan kesadaran itu, maka ada “rasa lapar” akan ilmu, keterampilan.

© 2025 Amanz Media Sdn Bhd