Mengapa Perlu Ada Konflik Dalam Cerita?
Arifin
Tertarik membuat cerita fiksi? Salah satu rumus mendasarnya yakni terdapat konflik dan solusi. Konflik muncul karena tokoh terhambat untuk mencapai tujuan. Maka tentukan tujuan tokoh, lalu berikan hambatan yang menimbulkan masalah. Lalu, buatlah solusi dari masalah yang terjadi.
Tujuan, konflik, masalah – tidakkah hal tersebut merupakan hal yang melekat pada manusia? Maka rumusan itu bersifat universal. Alhasil para penikmat cerita dapat turut serta, gregetan, penasaran. Akankah tokoh mencapai tujuannya? Bagaimana sang tokoh menghadapi konflik dan masalah yang ada?

Tujuan, konflik, masalah – dapat membuat pembaca masuk ke dalam cerita. Alasan untuk mendukung tokoh agar berhasil merupakan sesuatu yang perlu diperhatikan, karena dengan itulah pembaca dapat terus terkait dengan cerita atau malahan balik kanan meninggalkan cerita.
Lantas, apakah sang tokoh perlu untuk berhasil mencapai tujuannya? Bisa ya, bisa tidak. Perjalanan, perjuangan sang tokoh dalam menghadapi masalah bertubi-tubi, kiranya dapat menjadi permaknaan serta keseruan.
Sang tokoh bisa jadi gagal mencapai tujuannya, namun mendapatkan permaknaan baru, seperti misalnya, kepuasan karena telah berani mencoba, berani bermimpi, berani berharap.
Tujuan, konflik, masalah – itulah kiranya yang dapat membuat cerita fiksi dapat beresonansi sampai jauh. Karena manusia dalam kehidupannya juga memiliki tujuan, konflik, dan masalah.
Bagaimana cerita fiksi dapat menginspirasi seseorang? Karena dari cerita fiksi tersebut, seseorang diingatkan untuk memiliki tujuan, memiliki asa, memiliki harapan. Lalu dari tujuan tersebut, berupaya untuk mewujudkannya.
Resiliensi ketika menghadapi tantangan juga dapat menjadi penyemangat. Maka sejumlah komik, anime, cukup memantik dengan kegigihan para tokohnya untuk mengupayakan tujuannya.