Mengenali Beda Serangan Panik Dan Kecemasan 

December 3, 2024
fakta menarik

Arifin

Sesekali berkeringat ketika mengalami stres atau kekhawatiran merupakan hal wajar, tetapi gejala seperti jantung berdebar-debar, menggigil, dan gemetar bisa jadi menandakan sesuatu yang lebih serius seperti serangan panik.

Istilah serangan panik dan gangguan kecemasan sering digunakan secara bergantian, sehingga mengenali masing-masing gangguan itu tidak selalu mudah.

Terdapat perbedaan serangan panik dengan kecemasan, yang bisa bermanfaat untuk menentukan perawatan kesehatan mental yang tepat.

Serangan kecemasan seringkali tidak separah serangan panik. Serangan kecemasan cenderung menghilang, dan biasanya tidak sampai mengganggu aktivitas sehari-hari.

Sementara itu, serangan panik ada dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders Fifth Edition (DSM-5), yang digunakan profesional kesehatan mental untuk mendiagnosis kondisi, sedangkan serangan kecemasan tidak ada.

DSM-5 menggambarkan serangan panik sebagai lonjakan tiba-tiba rasa takut yang intens atau ketidaknyamanan intens yang mencapai puncaknya dalam hitungan menit.

Menurut DSM-5, gejala serangan panik meliputi jantung berdebar, nyeri dada, dan sesak napas; menggigil meskipun tidak sedang kedinginan, gemetar, serta berkeringat atau merasakan sensasi panas.

Gejala lainnya dapat berupa munculnya perasaan tersedak; rasa takut kehilangan kendali atau takut mati; mual atau gangguan perut; merasa pusing, tidak stabil, atau pingsan; parestesia (rasa kesemutan atau mati rasa); derealisasi (perasaan tidak nyata); atau depersonalisasi (rasa terpisah dari diri sendiri).

Terdapat banyak jenis gangguan kecemasan, termasuk kecemasan sosial, kecemasan umum, dan berbagai fobia.

Gejala gangguan kecemasan umum meliputi kekhawatiran yang berlebihan, ketegangan otot, kegelisahan, kelelahan, kesulitan berkonsentrasi, dan kesulitan tidur.

Kesulitan mengatasi gangguan kecemasan umum yang lebih persisten bisa jadi sama dengan kesulitan mengatasi serangan panik berulang. Faktanya, orang yang mengalami gangguan kecemasan mungkin juga mengalami serangan panik.

Sesekali mengalami kecemasan merupakan hal yang wajar. Namun, bila kecemasan mulai mengganggu kehidupan sehari-hari maka kondisi itu bisa didiagnosis sebagai gangguan kecemasan.

Penting untuk diingat bahwa orang tetap bisa mengalami serangan kecemasan sporadis tanpa gangguan kecemasan.

Sumber: Popsugar,Antara

© 2025 Amanz Media Sdn Bhd