Bercanda Boleh Saja, Asal… 

December 6, 2024
fakta menarik

Arifin

Kalimat candaan yang telah melewati batas dapat menimbulkan dampak psikologis bagi seseorang yang menerimanya. Dampak pada penerima candaan bila candaan yang diterima melewati batas dapat menurunkan rasa percaya diri, memicu stres, kecemasan, dan atau tekanan psikologis lainnya.

Seseorang yang tersinggung dengan candaan yang dilontarkan juga dapat berdampak pada munculnya perilaku menghindari orang lain sehingga bisa mengganggu relasi dan memunculkan trauma yang pernah ada.

Candaan yang melewati batas biasanya dilontarkan seseorang dengan ciri-ciri menghina fisik, intelektual atau status sosial seseorang. Ciri lainnya yakni candaan tidak sesuai konteks dan diucapkan pada orang yang tidak akrab dengan pelaku.

Seseorang yang menggunakan stereotip seperti gender, ras, agama dan kondisi sosial tertentu juga dapat dianggap sebagai candaan yang minim empati, serta mengabaikan reaksi orang yang dijadikan objek candaan meskipun sudah terlihat tidak nyaman. Mengabaikan reaksi penerima, bila penerima candaan terlihat tidak nyaman tetapi pelaku tetap melanjutkan candaan.

Sebaiknya membatasi candaan agar tidak berujung ke penghinaan terhadap seseorang, yakni menghindari tema sensitif seperti trauma tidak mengenakkan seseorang, menghindari membahas ras, agama atau kekurangan fisik, serta sesuaikan dengan hubungan keakraban antara pemberi dan penerima candaan.

Becandaan selaiknya tetap mengedepankan empati, pahami konteks dan situasi tempat, dan peka dengan reaksi penerima. Penggunaan situasi umum atau pengalaman pribadi sebagai obyek candaan akan lebih netral dan meminimalisasi menyinggung atau menyakiti perasaan orang lain.

Agar penerima candaan tidak terbawa perasaan, ia bisa menegur pelaku dengan sopan bila dirasa sudah mengganggu. Disarankan pula untuk mengalihkan pikiran dari kalimat candaan yang dilontarkan dan fokus pada pengembangan rasa percaya diri serta toleransi terhadap humor.

Sumber: Antara

© 2025 Amanz Media Sdn Bhd