Tidur Tidak Nyenyak Pertanda Hormon Stres Meningkat? 

December 18, 2024
fakta menarik

Arifin

Tidur tidak nyenyak merupakan sinyal dari tubuh tentang masalah yang lebih dalam, seperti peningkatan hormon stres.

Terdapat sejumlah tanda yang mungkin menunjukkan kadar kortisol atau hormon stres yang tinggi. Pola tidur dapat memberi banyak informasi tentang hormon stres. Tidur sangat penting, dan betapa frustrasinya bangun tidur tapi masih merasa lelah.

Berikut sejumlah gejala yang perlu diperhatikan:

1. Sering terbangun antara pukul 3-4 pagi

2. Mimpi yang sangat intens dan penuh tekanan

3. Bangun tidur dalam keadaan berkeringat

4. Pikiran melaju cepat sebelum tidur

5. Nyeri di bahu, leher, atau pergelangan tangan ketika bangun tidur

6. Lelah sepanjang hari tetapi terjaga saat waktu tidur tiba

7. Gelisah dan sering membolak-balik badan saat tidur

8. Menggertakkan gigi saat tidur

9. Merasa kepanasan saat di tempat tidur

10. Merasa sangat lelah ketika bangun tidur

Bila seseorang mengalami tiga atau lebih dari gejala ini, disarankan untuk memeriksa hormon dan mencari cara untuk menyeimbangkan kadar kortisol.

Salah satu tips yakni dengan mengonsumsi protein, lemak, dan karbohidrat dalam waktu satu jam sebelum tidur. Contohnya, yogurt Yunani, selai kacang, dan pisang.

Kortisol merupakan hormon yang berperan penting dalam berbagai fungsi tubuh, termasuk mengatur gula darah, mengurangi peradangan, mengontrol metabolisme, dan membentuk memori.
Selain masalah tidur, kadar kortisol yang tinggi bisa menyebabkan kenaikan berat badan, jerawat, gula darah dan tekanan darah tinggi, kelemahan otot, serta tulang rapuh atau osteoporosis.

Kortisol yang tinggi juga dapat memicu timbulnya punuk lemak di antara bahu, wajah membulat, serta stretch mark berwarna merah muda atau ungu di kulit.

Perubahan gaya hidup sederhana bisa membantu menurunkan kadar kortisol. Tidur yang berkualitas, olahraga teratur, dan pola makan sehat bisa mengurangi stres. Mengelola stres dengan teknik relaksasi, seperti latihan pernapasan dalam, juga efektif menurunkan kadar kortisol.

Sumber: Medical Daily, Antara

© 2025 Amanz Media Sdn Bhd