Berpikir Kritis Dalam Mencerna Cerita
Arifin
Dalam ranah kreatif, salah satu uniknya yakni berpikir kritis. Berpikir kritis memerlukan penelusuran melalui pertanyaan. Mengapa begini, mengapa begitu. Hal yang telah diketahui dan diyakini mengalami dipertanyakan.
Dengan bekal pertanyaan itu, maka dapat menyelami lebih jauh. Ada semangat mempertanyakan, misalnya mengapa karakter tertentu mengambil tindakan-tindakan tersebut? Adakah hal itu karena pengaruh dari masa lalunya?

Berbicara tentang pengaruh dari masa lalu, tak mengherankan pada sejumlah cerita terdapat kisah keluarga dari tokoh yang dimaksud. Keluarga turut membentuk seseorang, nilai-nilai, serta keputusan yang diambil di kemudian hari.
Cobalah ingat-ingat sejumlah cerita yang turut menyertakan keluarga sang karakter utama. Di novel Harry Potter, diceritakan mengenai aneka keluarga, seperti keluarga Harry Potter, Ron, Hermione, Dumbledore, Voldemort, Draco Malfoy. Temukan juga keluarga bagi tokohnya dalam novel karya Dewi Lestari, Leila Chudori.
Sementara itu, berpikir kritis dalam mencerna cerita juga dapat menghadirkan empati. Empati terhadap apa yang dialami oleh karakter-karakternya. Empati terhadap nasib yang menimpa, serta akibat dari tindakan yang diambil.
Berpikir kritis dalam mencerna cerita juga dapat menjadi dasar untuk membuat karya kreatif. Seperti mengimajinasikan dari sudut pandang lainnya, misalnya dari cara pandang tokoh antagonis, pemeran pembantu dalam cerita, dan sebagainya
Berpikir kritis juga dapat menjadikan seseorang melihat plot hole serta hal-hal yang kurang logis dalam bangunan cerita
Berpikir kritis juga membuat seseorang dapat membandingkan dari cerita-cerita yang pernah ditontonnya. Sebut saja pada sejumlah genre yang ada, misalnya tentang zombi, vampir, kisah thriller, komedi romantis, action, dan sebagainya. Dari genre yang ada tersebut dapat dilihat sejumlah persamaan ataupun perbedaannya, ambil contoh tentang zombi pada Train to Busan, Kingdom, All of Us Are Dead, World War Z, 28 Days Later, Zombieland.
Berpikir kritis ketika mencerna cerita juga dapat membuat seseorang menyandingkan dengan hal yang kontekstual. Pun begitu jadi ingin tahu lebih lanjut tentang ide dari penulis cerita, hal yang dimaksud, serta mendapatkan referensi dari apa saja.