Tokoh Sampingan
Arifin

Lampu sorot menyorot tegap ke pemeran utama
Waktu bermainnya pun paling lama
Namanya paling besar tertera, menonjol, memantik perhatian
Siraman blitz lampu kamera
Tanya-tanya juru warta dan penggemar
Sementara ia, sang tokoh sampingan
Dengan menit bermain lebih sedikit
Ia membujuk hatinya: banyak kok pemeran utama bermula dari tokoh sampingan
Berusaha sebaik-baiknya
Mungkin suatu saat lampu sorot utama itu siap menyorot padanya
Berganti purnama, musim, terang-gelap
Ia masih menjadi tokoh sampingan
Manusia-manusia pelengkap
Tokoh kecil dalam sebuah cerita
Sejenak, ia mengingat mimpi-mimpinya di catatan harian berbilang tahun lampau
Adakah mimpi-mimpi itu padam sekarang?
Adakah sesal menempuh jalan ini?
Mungkin padam beberapa, mungkin sesal beberapa
Namun, ia bersenang hati telah mencoba
Seperti manusia-manusia yang bergerak dengan harap, mimpi, asa
Terima kasih telah berusaha
Terima kasih telah mencoba