Mendengarkan Imajinasi Anak
Arifin
Bingung ketika bermain dengan anak? Salah satu tips untuk memupus kebingungan itu yakni dengan mengikuti imajinasi anak. Sejenak tahan diri untuk menginterupsi, membenarkan logika. Cukup dengan mendengarkan imajinasi serta mengikuti imajinasi anak tersebut.

Lalu, biarkan anak memimpin permainan dengan imajinasi yang mereka miliki. Ketika anak memimpin, mereka tidak hanya melatih inisiatif, kreativitas, kemampuan mengambil keputusan, namun juga belajar memahami perasaan orang lain, bekerja sama, serta memikul tanggung jawab.
Berlatih kepemimpinan perlu dipraktikkan, maka berikan kesempatan pada anak untuk mengasah keterampilan memimpin. Orang tua pun dapat “bermain peran” ketika anak memimpin permainan dengan imajinasinya. Seperti memberikan pertanyaan, mengeluhkan sesuatu, menghadirkan masalah tertentu sehingga memantik anak untuk berupaya menemukan solusinya.
Orang tua dengan demikian dapat mendampingi, mendengarkan, serta memberi ruang bagi ananda untuk mengeksplorasi potensi mereka.
Mengikuti alur permainan berdasarkan imajinasi anak, juga menanamkan kepercayaan diri buah hati. Imajinasi anak diikuti, dipercaya oleh orang tuanya, tentu ini menjadi kebanggaan dan semangat bagi anak.
Mengikuti alur permainan berdasarkan imajinasi anak, juga dapat melatih kemampuan anak merangkai cerita, merakit fakta-fakta yang mereka ketahui.
Dengan begitu orang tua juga dapat menakar apa saja imajinasi anak, hal yang ditontonnya, serta menilik diksi dari anak. Bila dirasa dalam cerita imajinasi anak ada yang kurang sesuai, maka orang tua dapat menelusuri, misalnya jangan-jangan ini karena yang ditonton tak sesuai dengan segmentasi umur anak, mungkin pengaruh dari bersosial dan lingkungan, dan sebagainya.