Mengupayakan Rumah Yang Ramah Pembaca
Arifin
Menghadirkan para pembaca sejak dari rumah perlu perjuangan dan upaya. Hal itu di antaranya bisa diupayakan dengan menghadirkan membaca dialogis. Apa-apa yang dibaca, masuk dalam perbincangan keseharian. Para anggota keluarga bisa misalnya bercerita tentang hal yang menarik dari bacaan. Lalu saling menanggapi pun dapat terjadi.
Membaca dialogis juga dapat terjadi di dalam keluarga yang berisi anak yang sedang belajar membaca. Membaca tak hanya sekadar dibacakan, namun juga mengajak dialog anak. Dari buku yang dibaca pun dapat ditanyakan bagaimana kesan anak terhadap buku tersebut, bisa dicarikan kaitan dengan hal yang diketahui atau dialami anak.

Mengupayakan rumah yang ramah pembaca juga dapat diupayakan dengan kegiatan yang menghadirkan peran aktif anak. Lakukanlah bak drama, misalnya orang tua berperan sebagai teko teh yang ingin dibacakan cerita oleh anak. Anak akan merasa senang karena kemampuan membacanya dibutuhkan. Di samping itu, bermain peran dapat merangsang imajinasi, logika cerita, serta kemampuan berkomunikasi.
Mengupayakan rumah yang ramah pembaca juga dapat dengan menyediakan bacaan yang sesuai dengan kecenderungan individu para anggota keluarga. Siapa yang tidak senang ketika sesuatu yang diminati mendapatkan asupan pengetahuan lebih dari bacaan di rumah? Rumah dengan demikian dapat menjadi tempat yang nyaman untuk membaca sesuai hobi, minat.
Bacaan yang memberikan pengayaan terhadap apa yang sedang dipelajari anak di sekolahnya juga bisa menjadi tepat guna. Anak akan mendapatkan sisi lain dari pengetahuan yang dipelajarinya. Selain itu, bak memberikan kedalaman pengetahuan, realitas lainnya dari apa yang sedang dipelajari di bangku sekolah.
Mengupayakan rumah yang ramah pembaca juga bisa dihadirkan dengan keteladanan. Para orang tua tak sekadar menyarankan anak membaca, tapi juga menjadi pelaku aktif membaca. Tunjukkan kepada anak, membaca dalam keseharian. Ceritakan pada anak hal-hal seru dari bacaan hari per hari.
Mengupayakan rumah yang ramah pembaca dapat dihadirkan pada adanya bahan bacaan di mana-mana di dalam rumah. Beragam genre bacaan yang ada memungkinkan para anggota rumah untuk berkelana lintas pengetahuan dan pengalaman. Di samping itu teknologi pun dapat menjadi wahana untuk menjelajahi aneka literasi.