Karakter Yang Mewakili Keresahan Generasi
Arifin
Dalam siniar (podcast) antara Raditya Dika dan Dewi Lestari, keduanya penulis, terdapat salah satu isu yang menurut saya menarik yakni kurangnya koleksi karakter di usia 40 tahun. Dalam kesempatan tersebut Raditya menceritakan tentang karakter Timun, seorang akuntan freelance yang ingin bermusik setelah ayahnya wafat dan meninggalkan sebuah gitar tua. Timun (40 tahun) kesulitan mendapatkan teman band karena usianya sudah tidak muda lagi.
Raditya Dika sendiri mengaku pada tiap karyanya merupakan aktualisasi dari keresahannya. Raditya sendiri berumur 40 tahun dan menurut hemat saya keresahan-keresahan karakter Timun valid serta menggambarkan kecemasan bagi mereka yang berada di fase umur tersebut.

Lantas, apa saja keresahan yang dituturkan pada novel Timun Jelita tersebut? Perasaan tentang hidup yang begini-begini saja dengan rutinitas tertentu, kesehatan yang perlu perhatian, menilik mimpi dan passion terdahulu, sulit mencari teman baru, dan sebagainya.
Karakter yang mewakili keresahan generasi, lalu saya pun teringat pada tiga karakter orang lanjut usia (warga emas) yakni Carl Fredricksen (film Up), Allan Karlsson (The 100-Year-Old Man Who Climbed Out Of The Window And Dissapeared), Harris (Mrs. Harris Goes to Paris). Bila boleh menarik garis merah dari para karakter tersebut, terdapat rasa sepi, serta walaupun berada di fase warga emas tak berarti telah “selesai dengan dirinya” dan tetap memiliki asa yang memantik.
Harapan itulah kiranya yang menjadi motor penggerak, alasan, untuk berpetualang. Ternyata mimpi yang dijalankan, mimpi yang diupayakan, membawa pada hidup sebenar-benar hidup.
Karakter yang mewakili keresahan generasi, cobalah ingat-ingat berbagai tokoh pada rentang umur yang berbeda. Seru bukan mengetahui problem di lintas umur yang ada. Di samping itu, Anda bisa jadi merasa sefrekuensi, eh sama ya masalahnya dengan diri, pada karakter-karakter tersebut. Karakter-karakter yang ikut serta “mendampingi” pada proses tumbuh kembang serta usia diri.
Melalui cerita, kita juga bisa menjadi empati terhadap keresahan yang dirasakan pada tiap generasi. Kepo terhadap masalah dari generasi tertentu, cobalah telusuri melalui film, novel, dan sebagainya. Pun bila ingin tahu apa yang merisaukan mereka yang berada di segmen umur berbeda dengan diri.