Menikmati “Slow Living” Di Kampung Durian Runtuh
Arifin
Serial Upin & Ipin begitu diminati. Tak hanya di kalangan anak-anak, namun mereka yang dewasa pun menyukai cerita si kembar bersama kawan-kawannya di Kampung Durian Runtuh.
Magnet yang menjadi menarik menurut hemat saya di antaranya karena slow living di Kampung Durian Runtuh. Gaya hidup yang mendorong kenikmatan hidup, apresiasi yang lebih dalam terhadap pengalaman indrawi, dan kemampuan untuk ‘hidup di saat ini’. Namun, kehidupan yang lambat tidak menghalangi penerapan teknologi tertentu seperti telepon seluler, internet, dan akses terhadap barang dan jasa.

Pengalaman indrawi ini ditunjukkan oleh keseharian yang dilakukan Upin & Ipin beserta kawan-kawannya. Bagaimana mereka mencoba langsung berbagai kegiatan. Sebut saja dengan bermain sejumlah permainan tradisional yakni baling selipar, konda kondi, sepak bulu ayam, tutup botol (ceper), sepak takraw, kelereng guli, tarik upih, lompat getah, jentik pensel, kapal kertas.
Di samping itu, tetap memakai teknologi, seperti dikisahkan pada Ehsan, Kak Ros, Paman Muthu yang menjadi pemengaruh (influencer).
Adapun merujuk buku Fast living, slow ageing: How to age less, look great, live longer, get more, akronim SLOW umumnya digunakan untuk merangkum tujuan gaya hidup slow living. Huruf ‘S’ mengacu pada sustainable (berkelanjutan), ‘L’ mengacu pada local (lokal), melibatkan penggunaan bahan dan produk yang diproduksi secara lokal, ‘O’ mengacu pada organic, artinya menghindari produk yang telah direkayasa secara genetik atau diproduksi secara massal, dan ‘ W’ artinya whole (utuh), artinya tidak diolah.

Pada serial Upin & Ipin konsep mesra alam diperkenalkan. Di samping itu diwartakan pula mengenai buah tempatan. Buah tempatan juga dapat jadi pembelajaran dengan mengalaminya langsung. Baik ketika memetik buahnya, memakannya langsung dari buah di pohon, seperti rambutan yang berada di pekarangan rumah Tok Dalang.
Adapun berbagai buah tempatan seperti pisang, jambu, mangga, buah naga, rambutan, manggis, nanas, pepaya, durian, manggis. Buah tempatan merupakan buah yang ditanam dan dikeluarkan di negara kita