Adakah Dampak Kesehatan Dari Menonton Secara Maraton?
Arifin
Kebiasaan menonton film atau serial drama secara maraton hingga lupa waktu dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Kemudahan mengakses tayangan melalui platform digital membuat orang susah berhenti menonton, terus tergoda menunda dengan “beberapa menit lagi” atau “satu episode lagi”.
Tayangan-tayangan dibuat sedemikian rupa sehingga berakhir dengan keadaan yang membuat penasaran dan penonton tidak ingin menunggu lebih lama untuk memecahkan teka-teki itu, terutama ketika episode berikutnya tersedia dengan mudah, alhasil mendorong mereka untuk menonton lebih lanjut.

Menonton tayangan secara maraton memberikan aliran dopamin terus-menerus, membuat penonton merasa senang dan memperkuat perilaku tersebut.
Bagi sebagian orang, menonton secara maraton merupakan metode untuk melepaskan diri dari stres, kebosanan, emosi yang tidak diinginkan, atau melupakan masalah. Terkadang seseorang menonton karena tekanan teman sebaya dan untuk validasi sosial.
Kebiasaan menonton secara maraton bisa disamakan dengan kecanduan jangka pendek, yang dapat menghambat kehidupan pribadi, sosial, dan pekerjaan.
Kebiasaan menonton secara maraton dapat memunculkan dampak buruk bagi kesehatan, antara lain karena memicu gaya hidup yang tidak banyak bergerak. Dampaknya bergantung pada durasi, frekuensi, dan intensitas menonton secara maraton. Hal ini bisa berdampak serius pada kesehatan, hubungan, dan pekerjaan.
Begadang bisa memengaruhi pola tidur, dengan konsekuensi lebih lanjut seperti kelelahan, gangguan fungsi kognitif, gangguan suasana hati, kecelakaan, dan kinerja yang buruk.
Menonton secara maraton juga dapat menyita waktu, membuat orang kehilangan waktu untuk melakukan aktivitas yang menyehatkan seperti berolahraga atau tidur tepat waktu. Kondisi demikian, bisa memicu obesitas, nyeri sendi, serta risiko diabetes dan penyakit kardiovaskular.
Sumber: Hindustan Times, Antara