Apa Saja Yang Dapat Dipelajari Dari Wawancara?
Arifin
Wawancara diartikan sebagai tanya jawab dengan seseorang yang diperlukan untuk dimintai keterangan atau pendapatnya mengenai suatu hal. Wawancara dapat diakses melalui visual maupun tulisan. Untuk visual misalnya melalui layar televisi, podcast. Sedangkan medium tulisan melalui surat kabar, majalah.
Apa saja yang dapat dipelajari dari wawancara? Selain konten dari yang diwawancarakan, Anda juga dapat mempelajari dari sejumlah orang yang terampil ketika diwawancara. Kalimatnya mudah dikutip (quotable), menggunakan analogi yang menarik, diksi yang tepat, dan lain-lain. Dari para sejumlah orang terampil tersebut, Anda dapat mempelajari ilmu sosial, ilmu komunikasi, dan sebagainya.

Dari wawancara, seseorang juga dapat mengasah kemampuan menangkap pesan secara utuh. Maka cermatlah menelaah perkataan dari yang diwawancarai, amati konteksnya, serta pahami secara utuh serta tidak sepotong-sepotong. Pada poin ini, bagaimana kecerdasan berliterasi diasah, untuk memahami informasi dari orang yang diwawancara.
Dari wawancara, seseorang juga dapat mempelajari cara bertanya yang baik. Bagaimana metode untuk membuat wawancara berjalan mengalir, enak didengarkan. Bagaimana mengulik informasi dari narasumber.
Wawancara juga dapat menjadi pemantik semangat mempertanyakan, berlogika. Dari jawaban narasumber dapat dipertanyakan kembali, serta seberapa logis jawaban tersebut.
Dari wawancara, Anda juga dapat belajar bagaimana menyusun pertanyaan. Memahami isu, metode yang digunakan (dapat dengan membeberkan angka, data; menggunakan diksi dari narasumber). Dari wawancara juga dapat ditelaah semangat tanya jawab, berkomunikasi dengan baik. Wawancara dapat menjadi metode untuk menggali pikiran dan perasaan seseorang.