Apa Perlunya Menonton Lagi Cerita Yang Telah Diketahui?
Arifin
Akhir pekan kemarin saya menonton di pawagam/bioskop film Attack on Titan: The Last Attack. Berbilang waktu yang lalu ketika terinformasikan ada film yang beranjak dari komik karya Hajime Isayama ini, sempat terbetik ‘apa perlunya menonton versi filmnya di bioskop?’ Bukankah telah tahu ceritanya pada versi serial Attack on Titan?
Namun, sebagai penggemar dari serial AOT, saya tak ingin melewatkan kesempatan menonton dengan layar lebih lebar, suara lebih menggelegar. Rupanya sekalipun telah menonton versi serialnya, ada beberapa bagian yang seperti disegarkan pemahamannya.

Menonton di pawagam juga menjadi pengalaman berbeda secara visual, audio. Sebelumnya puluhan episodenya saya tonton melalui ponsel. Di samping itu menonton versi filmnya juga seperti diingatkan pada beberapa bagian yang diri terlupa.
Menonton versi filmnya setelah berjarak waktu dari menamatkan secara maraton menonton serialnya, juga dapat lebih nrimo dengan jalan cerita, akhir dari karakter, dan sebagainya. Mencerna cerita, “merelakan” cerita terkadang membutuhkan jeda, agar lebih nrimo terhadap pilihan kreatornya.
Menontonnya lagi juga dapat menemukan sisi yang mungkin sebelumnya terlewat, kurang diperhatikan, dan ternyata menarik pula. Pada AOT saya personal baru agak ngeh relasi Armin-Annie setelah menonton versi filmnya. Di versi serialnya teramat mungkin saya begitu terfokus kepo apa jadinya Eren dengan Mikasa.
Menonton kembali cerita yang telah diketahui – mengapa perlu dan dipilih? Menurut hemat saya, hal itu juga dipilih karena telah diketahui bahwa yang ditonton seru dan sesuai selera. Bila dibandingkan dengan menonton tontonan baru, ada kemungkinan tidak sesuai selera, mengecewakan, serta malah kok sayang ya waktunya tersita untuk sesuatu yang kurang seru.
Menonton kembali cerita yang telah diketahui, juga dapat dilakukan untuk menyegarkan ingatan. Hal tersebut bisa terjadi ketika ada musim baru dari serial favorit. Maka agar “nyambung” dengan musim baru, musim sebelumnya kembali ditonton.
Menonton kembali juga dapat dilakukan untuk menelaah lebih jauh dari tontonan. Sebagai contoh selepas menonton Squid Game 2, saya tertarik untuk kembali menonton Squid Game musim pertama. Hal tersebut karena ada pola yang identik pada karya sutradara Hwang Dong-hyuk ini.
Bagaimana dengan Anda, adakah memiliki film, serial yang ditonton lagi dan lagi? Serta mengapa Anda menontonnya lagi dan lagi?