Kekurangan Gizi Dapat Memicu Komplikasi Kesehatan
Arifin
Kekurangan gizi bisa berdampak memicu berbagai komplikasi kesehatan. Defisiensi nutrisi tertentu dapat memperparah kondisi medis yang telah ada atau memicu munculnya penyakit baru.
Kekurangan gizi dapat membawa dampak serius, lantaran memiliki pengaruh pada seluruh sistem tubuh. Namun, seseorang yang mengalami kekurangan gizi tidak selalu terlihat jelas. Seseorang bisa tampak normal atau bahkan gemuk, tapi tetap mengalami defisiensi nutrisi tertentu.

Terdapat sejumlah tanda kekurangan gizi, terutama pada orang dewasa meliputi kelelahan kronis, penurunan daya tahan tubuh, dan pemulihan yang lambat setelah sakit. Jika dianalogikan bak mobil yang diisi bensin yang tidak sesuai. Mungkin masih bisa jalan, tapi performanya tidak optimal dan berisiko rusak dalam jangka panjang.
Perbaikan status gizi membutuhkan pendekatan menyeluruh, seperti perlu pola makan seimbang, gaya hidup sehat, dan intervensi medis bila diperlukan.
Disarankan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan rutin sebagai langkah dalam membantu mendeteksi defisiensi nutrisi sebelum menimbulkan masalah lebih lanjut.
Perbaikan status gizi membutuhkan pendekatan menyeluruh. Tidak cukup hanya dengan makan lebih banyak atau mengonsumsi suplemen.
Selain itu, memastikan kecukupan gizi setiap hari adalah investasi terbaik untuk kesehatan. Ini jauh lebih mudah dan murah dibandingkan mengobati penyakit yang timbul akibat kekurangan gizi.
Ada pun gizi seimbang merupakan kombinasi menu makanan sehari-hari yang mengandung seluruh zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh, seperti karbohidrat, protein, lemak dan serat, serta zat gizi mikro, yakni vitamin dan mineral.
Gizi seimbang mencakup mengonsumsi makanan, diantaranya sayur, buah-buahan, lauk pauk yang kaya protein, serta minum cukup air putih.
Sumber: Antara