Karakter-Karakter Dalam Ceritaku Bangkit Menggugat
Arifin
Suara-suara itu hadir dengan intensitas volume yang berbeda
Aku menggagalkan tidurku
Saatnya bicara dengan suara-suara dalam kepala
Aku mengenali mereka
Aku yang merakit,
meracik mereka
memberi mereka alasan untuk tumbuh,
untuk berjuang

Karakter-karakter dalam ceritaku bangkit menggugat
Sekian lama hiatus
Terputus kata
Di malam ini, mereka menemukan momentumnya untuk menyerukan: lanjutkan!
“Beri kami kejelasan”
“Selesaikan apa yang kau mulai”
“Apakah aku akan jadi antagonis?”
“Hei, berikan aku peran lebih!”
“Kalaupun aku mati, tolonglah beri kematian yang layak dan berkesan”
Silih berganti karakter-karakter dalam ceritaku bertutur, mengungkap, menggugat
“Berhentilah berbicara,” ucapku pada mereka
“Akan ku cicil pengerjaannya, bersabarlah,” sambung kataku menenangkan mereka yang masih berceloteh
Beberapa jam kemudian
Waktu bergulir mengetuk jendela
Warna langit yang telah berbeda
Cahaya alami tipis-tipis mulai hadir
Ceritaku maju beberapa langkah
Aku berkata pada kepalaku:
“Sekarang tidurlah, tenanglah”
Suara-suara itu hadir dengan intensitas volume yang berbeda
Karakter-karakter ceritaku pasti bersiap menyuarakan kepentingan mereka
Ku padamkan lampu
Ku sunyikan kepala
“Masih ada hari esok untuk kita saling menggugat,” kataku pada kepalaku
kataku pada karakter-karakter dalam ceritaku