Sepenting Apa Tanya Jawab Di Keluarga Setelah Ada AI?
Arifin
Menjelang Ramadan, salah satu lagu yang terngiang-ngiang dari Bimbo. Berikut petikan liriknya:
Ada anak bertanya pada bapaknya
Buat apa berlapar-lapar puasa
Ada anak bertanya pada bapaknya
Tadarus tarawih apalah gunanya
Tanya dari anak tersebut untuk kemudian dijawab pada penggalan lirik berikutnya. Anak yang terhitung baru di dunia ini lazimnya memang penuh pertanyaan. Mengapa begini, mengapa begitu – tanya mereka tentang rupa-rupa.

Lantas, di era kini, dengan berkembangnya akal imitasi (AI), berbagai pertanyaan coba dicarikan jawabnya via teknologi tersebut. Lalu, adakah berarti relasi tanya-jawab seperti di petikan lagu Bimbo itu akan sirna?
Para orang tua tentu perlu berupaya untuk menghadirkan rumah yang ramah bagi tanya jawab. Timbulkan suasana, nuansa, tanya jawab di keluarga. Apa saja yang ditanyakan? Rupa-rupa perkara dapat ditanyakan.
Perihal tanya jawab tak sekadar untuk menemukan jawaban, melainkan juga menjadi cara terhubung, terkoneksi, antara orang tua dengan anak.
Keterampilan tanya jawab juga dibutuhkan oleh anak dalam kehidupannya. Secanggih apa pun era, bersosialisasi dengan sesama manusia diperlukan. Dalam bersosialisasi ini salah satu pilarnya adalah tanya jawab.
Maka membiasakan anak dalam keluarga untuk tanya jawab, merupakan mengasah kemampuan yang diperlukan mereka sepanjang masa.
Tanya jawab juga dapat menjadi jembatan komunikasi dengan orang yang baru dikenal, pengetahuan yang ingin dikulik.