Memperkenalkan Kue Tradisional Kepada Gen Alpha

February 25, 2025
Makanan & Minuman

Arifin

Di tengah gampuran makanan-makanan viral yang kerap kali berseliweran di sosial media memperkenalkan makanan atau kue tradisional kepada gen alpha, generasi yang lahir di tengah kemajuan teknologi dan informasi yang melimpah menjadi penting.

Hari ini anak kami di taman kanak-kanak (TK) membawa kue tradisional. Di TK, mereka saling bertukar kue tradisional dari daerah masing-masing. Ketika tugas sekolah itu hadir, pertanyaan dalam benak yang muncul adalah apa saja kue tradisional dari daerah asal. Lalu, barulah dipilah yang mana yang mau dibawa, serta yang kira-kira cocok untuk usia anak-anak.

Sejenak dari sisi orang tua, “dicolek” ingatan, memori, pengetahuannya tentang kue tradisional. Adakah Anda memiliki memori seru dengan kue tradisional tertentu?

Ada pun dari sisi anak, dapat merasakan langsung kue tradisional dari daerahnya serta dari daerah lain. Merasakan langsung merupakan pembelajaran yang melibatkan panca indra.

Memperkenalkan kue tradisional juga dapat menjadi cara untuk menghindari ataupun membatasi camilan makanan ultraproses. Salah satu tantangan di era kini yakni dari makanan yang mudah diakses, namun sifatnya ultraproses, yang berdampak kurang baik bila intens dikonsumsi.

Kue tradisional dapat menjadi menu yang ada di meja makan rumah, sebagai upaya menghadirkan makanan sehat. Bagaimana keamanan pangan, kebaikan dalam prosesnya, serta memerhatikan kadar gizi untuk anak.

Orang tua juga dapat mencari tahu cara membuat kue tradisional. Entah melalui bantuan pencarian teknologi ataupun bertanya kepada warga senior. Membuat kue tradisional juga dapat menjadi jembatan merekatkan antargenerasi. Ayah-bunda dapat mengikutsertakan anak untuk turut membuatnya sesuai kemampuan anak.

Dengan begitu kue tradisional dapat berlanjut dikonsumsi dari generasi ke generasi. Warisan budaya kuliner pun akan senantiasa lestari.

© 2025 Amanz Media Sdn Bhd