Cegah Dehidrasi Saat Berpuasa

February 26, 2025
Kesihatan

Arifin

Bulan Ramadan selaiknya perlu mewaspadai risiko dehidrasi ringan ketika tubuh kekurangan cairan. Dehidrasi ringan dapat membuat seseorang sulit berkonsentrasi, lemas, terlihat sayu.

Bila dehidrasi berlanjut, reaksi imunitas menurun, terlihat dari kuku ibu jari yang ditekan hingga berwarna putih memerlukan waktu yang lama untuk kembali normal dan lain-lain. Jika telah berat, orang bisa sampai tidak bisa ngapa-ngapain. Ini butuh penanganan medis segera.

Dehidrasi tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, namun bisa berdampak pada kesehatan secara keseluruhan. Perlu diingat, tubuh kita sebagian besar terdiri dari air. Jika kekurangan cairan, imunitas tubuh dapat menurun.

Sejumlah tips yang disarankan untuk mencegah dehidrasi saat puasa:

1. Usahakan untuk mencukupi minum air mineral murni minimal 6 sampai 12 gelas sehari, yang bisa diatur porsinya sesuai kebutuhan saat berbuka hingga sahur.

2. Hindari minuman berkafein dan manis: Minuman berkafein dan manis bisa bersifat diuretik, yakni meningkatkan produksi urine, sehingga mempercepat dehidrasi.

3. Konsumsi buah dan sayur yang mengandung banyak air: Buah dan sayur seperti semangka, timun, dan jeruk bisa membantu menjaga hidrasi tubuh.

4. Istirahat yang cukup: Istirahat yang cukup bisa membantu tubuh menjaga keseimbangan cairan.

5. Kurangi aktivitas fisik yang berlebihan: Terutama saat cuaca panas, kurangi aktivitas fisik yang berlebihan agar tidak banyak mengeluarkan cairan tubuh.

6. Perhatikan tanda-tanda dehidrasi: Jika merasakan tanda-tanda dehidrasi segera ambil tindakan yang tepat.

Setiap orang memiliki kebutuhan cairan yang berbeda-beda. Maka, sesuaikan asupan cairan dengan kondisi tubuh masing-masing. Dengan menjaga hidrasi tubuh, diharapkan dapat menjalankan ibadah puasa dengan lancar dan tetap produktif.

Sumber: Antara

© 2025 Amanz Media Sdn Bhd