Belajar Dari Success Story Orang Lain

February 27, 2025
fakta menarik

Arifin

Selepas “Red Light, Green Light” pada Squid Game 2 terdapat permainan “Six Legs”. Lima orang (satu tim) bermain dengan waktu yang dibatasi hanya 5 menit. Permainannya Ddakji, Gonggi, Biseokchigi, Paengichigi, Jegichagi. Kloter pertama terdapat dua tim yang bermain, keduanya gagal menaklukkan tantangan di permainan tersebut.

Kloter kedua, terdapat tim yang diisi oleh Jang Geum-ja, Park Yong-sik, Cho Hyun-ju, Kim Young-mi, Seon-nyeo. Dari komposisi tersebut, sesungguhnya termasuk underdog serta para peserta enggan mengambil mereka dalam timnya. Di antaranya terdapat Jang Geum-ja yang merupakan warga emas/lanjut usia (lansia).

Tantangan demi tantangan mereka hadapi pada permainan “Six Legs” tersebut. Dukungan pun ditunjukkan kepada tim yang sedang berjuang tersebut. Mereka yang belum bermain berada dalam nuansa, frekuensi, keinginan, agar tim tersebut berhasil. Sorai-sorai dukungan, serta kepatuhan ditunjukkan atas permintaan Cho Hyun-ju di permainan terakhir (Jegichagi) ketika waktu tinggal hitungan detik.

Ya, akhirnya mereka menjadi tim yang kali pertama melewati tantangan maut tersebut. Selama prosesnya, para peserta lainnya juga turut mengamati cara yang digunakan. Seperti metode mundur bersama yang dapat menghemat waktu.

Di samping itu, terdapat batas psikologis yang dilewati. Ada keyakinan bahwa tantangan tersebut dapat dilewati. Telah ada contohnya yang mereka lihat langsung. Hal tersebut menjadi dorongan secara mental dan di pikiran untuk percaya bisa melewatinya.

Hal semacam itu juga terjadi pada rekor-rekor yang ada di dunia. Bagaimana rekor di cabang olahraga atletik, renang, memanjat gunung – sebagai contoh. Terdapat batas psikologis, serta success story yang menginspirasi bagi atlet, orang lainnya untuk memecahkan rekor.

Lantas, bagaimanakah metode tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan keseharian? Perlu kiranya untuk berada di circle yang positif. Dengan begitu dapat mempelajari cara-caranya, bisa saling support.

Perihal mimpi juga tentang batas psikologis. Adakah keyakinan untuk mencapainya? Lalu, mencoba dalam waktu yang ada untuk bagaimana caranya semakin dekat dengan apa yang diinginkan. Untuk mencapai impian perlu proses, perlu waktu, bahkan dapat menemui kegagalan terlebih dahulu.

© 2025 Amanz Media Sdn Bhd