Adaptasi Waktu Di Bulan Ramadan
Arifin
Ramadan telah tiba. Berpuasa dari Subuh hingga Magrib, membawa dampak pada sejumlah adaptasi terhadap waktu. Puasa yang masih hitungan hari-hari awal ini, bisa jadi tubuh Anda masih belum terbiasa.
Adaptasi itu di antaranya dengan sejumlah titik kegiatan, seperti aktivitas sahur, tarawih, serta dalam rentang waktu puasa. Untuk sahur misalnya, salah satu yang diperhatikan yakni kecukupan waktu tidur serta beristirahat. Lazimnya dengan adanya sahur, maka berangkat tidur lebih cepat, agar dapat terbangun tepat.

Adaptasi waktu juga terjadi pada jam kerja. Dikarenakan tidak ada istirahat makan siang, waktu kerja pun secara kuantitatif lebih cepat 1 jam. Sementara itu, beberapa tempat makan juga melakukan adaptasi waktu bukanya. Ada yang mengakomodir agar pelanggan dapat sahur, ada yang menyambut para jamaah salat tarawih, pun dengan berbuka puasa bersama yang jadi waktu puncak keramaian.
Alokasi waktu tertentu juga jadi hadir seperti misalnya waktu berburu takjil. Hal tersebut dapat menjadi kegiatan yang menyenangkan, petualangan terhadap aneka rasa, serta merasakan semarak Ramadan.
Adapatasi waktu juga dapat terkait dengan aktvitas berolahraga. Tentu disesuaikan dengan kapasitas diri serta nyamannya berolahraga pada jam berapa. Jenis olahraga yang dilakoni pun bisa jadi menyesuaikan dengan bulan puasa.
Metabolisme di tubuh pun melakukan adaptasi seiring puasa yang dikerjakan. Di samping itu perhatikan asupan serta gizi seimbang saat sahur, berbuka, ataupun makan malam.
Bulan puasa dengan ganjaran pahala berlipat juga dapat menjadi pemantik untuk intens beribadah. Faktor psikologis juga ada yakni lingkungan, ekosistem yang juga turut serta men-support untuk giat beribadah. Dalam hal ini maka waktu, tubuh, pikiran, pun memerlukan adaptasi. Seperti 10 hari terakhir Ramadan, di mana intensitas ibadah semakin ditingkatkan, di samping itu ritme tubuh pun telah lebih terbiasa dengan berkegiatan ketika berpuasa.
Ada pun bagi orang tua, juga merupakan kesempatan untuk memperkenalkan anak dengan ibadah puasa. Orang tua dapat mengajak anak untuk beradaptasi bangun lebih pagi dengan menyantap sahur. Di samping itu, libatkan pula anak dalam waktu-waktu, seperti menyiapkan makanan berbuka, berburu takjil, ataupun beribadah bersama.