Menyuburkan Imajinasi Dan Daya Tanya Anak
Arifin
Imajinasi serta kemampuan bertanya anak dapat diupayakan dengan beberapa cara. Seperti terbiasa bercerita. Dari cerita, imajinasi dapat terasah, pun dengan daya tanya. Cerita dapat berupa pembacaan buku, cerita pengalaman pribadi dari orang tua, cerita dari anak. Di samping itu libatkan dialogis, nuansa menyenangkan dalam aktivitas bercerita.
Anak sesungguhnya memiliki imajinasi serta daya tanya, yang perlu dilakukan adalah merawat dan mengembangkannya. Di sisi lain imajinasi dan daya tanya dapat surut, susut, bila kurang didukung, baik dalam kegiatan maupun secara psikologi dan pemikiran.

Anak juga memiliki kemampuan observasi, sedetail itu melihat sesuatu untuk kemudian menafsirkannya ataupun mengimajinasikannya. Maka salah satu cara agar rentang observasi anak beragam yakni dengan bepergian ke rupa-rupa tempat. Dengan begitu anak memiliki kesempatan untuk lebih luas daya jelajah observasinya serta memiliki kadar ketertarikan terhadap hal-hal baru untuk diamati.
Orang dewasa teramat mungkin melihat sesuatu secara sambil lalu dan sesuatu yang lumrah terjadi. Sedangkan bagi anak, dapat lebih tekun mengamati. Kuncinya yakni anak tidak terus-menerus digurui dan dibombardir dengan nasihat. Dengan begitu anak merasa bebas bereksplorasi dan menemukan banyak hal baik dari penemuannya sendiri.
Anak juga dapat menanyakan pertanyaan yang tidak terpikir oleh orang dewasa. Pertanyaan tersebut bisa berupa pengetahuan mendasar, maupun mengimajinasikan dari keingintahuannya. Percayalah orang tua maupun orang dewasa dapat “kewalahan” dan takjub dengan hal tersebut. Kok bisa ya kepikiran pertanyaan tersebut – begitu pikir orang tua maupun orang dewasa.
Imajinasi serta pertanyaan anak tersebut selaiknya direspons dengan baik. Orang tua bisa dengan mencoba menjawabnya ataupun sama-sama mencari tahu dengan anak kira-kira jawaban yang tepat bagaimana ya. Tunjukkan pula imajinasi serta daya tanya dari orang tua, dengan begitu bak gayung bersambut.
Orang tua yang juga berimajinasi serta memiliki daya tanya juga memberikan teladan kepada anak untuk tetap tumbuh dengan sifat-sifat tersebut.