Bagaimana Kata Menangkap Memori Pada Buku Harian

March 7, 2025
fakta menarik

Arifin

Ada beberapa film yang memiliki relasi dengan catatan harian. Sebut saja film Rurouni Kenshin: The Final, Gie, Kartini. Ya, Soe Hok Gie dikenal dengan catatan seorang demonstran. Sedangkan Kartini melalui surat-suratnya yang memiliki muatan emansipasi, menggugat, visi edukasi, dan sebagainya.

Ada pun pada Rurouni Kenshin: The Final, buku harian Tomoe menjadi “jembatan komunikasi” dari sang kakak kepada adik. Enishi yang datang dengan dendam, pada akhirnya “disejukkan” dengan tulisan tangan dari buku harian kakaknya Tomoe. Melalui buku harian tersebut terungkap pandangan Tomoe terhadap Battosai, “Dia adalah pria yang merampas kebahagianku sekaligus memberiku kebahagiaan baru.” Di samping itu ada asa dari Tomoe untuk menjaga Battosai agar tetap hidup.

Adakah Anda menulis jurnal, buku harian? Apa yang mau ditulis pada jurnal dan kenangan tersebut? Sebenarnya apa saja dapat ditulis. Hal tersebut bak menyimpan momen, mengutarakan apa yang dirasakan.

Adakah guna dari menulis jurnal/buku harian? Dengan menuliskan apa yang dirasakan keseharian, membantu untuk mencerna apa yang dirasakan. Di samping itu, hal tersebut dapat menjadi poin refleksi baik kini ataupun di masa mendatang.

Dengan menulis jurnal, dapat tahu apa yang dipikirkan pada bila-bila masa. Di samping itu, berbagai hal yang terlihat sepele, varian detail kecil, juga dapat menjadi momentum untuk bersyukur. Jurnal/buku harian dapat membantu diri untuk mengingat. Bagaimana kata mampu menangkap memori.

Menulis apa yang terjadi pada hari-hari, kalaupun ada yang terlewat tak mengapa. Jangan jadikan itu sebagai beban, serta harus senantiasa runtunan. Bila terputus runtunan, tulis saja lagi pada hari yang ada.

Jurnal/buku harian juga dapat menjadi detektor mengenai perubahan pada diri. Entah itu secara pemikiran, persepsi terhadap seseorang, mimpi-mimpi serta harapan, ataupun tantangan yang membentang.

© 2025 Amanz Media Sdn Bhd