Kue Apa Yang Anda Buat Ramadan Ini?
Arifin
Bulan Ramadan telah tiba. Ada ragam kenangan serta yang harus disiapkan pada bulan Ramadan, di antaranya kue. Kue menjadi bagian yang turut menyokong Hari Raya serta silaturahmi.
Kue dapat diberikan sebagai buah tangan ataupun sebagai kudapan bagi tamu yang datang ke rumah. Adakah Anda memiliki tradisi untuk membuat kue tertentu? Pemilihan kue yang disajikan dapat dikarenakan alasan sejarah serta turun temurun. Pun dengan cara pembuatannya yang memiliki takaran tertentu serta dikerjakan secara bersama-sama.

Episode pada serial Upin & Ipin yang bertajuk “Kuih Ramadan” turut memantik memori serta berbagai kisi-kisi terkait kue yang dibuat di bulan suci tersebut. Momentum meningkatnya kebutuhan terhadap kue dapat dimanfaatkan sebagai peluang usaha dan berjualan. Baik dengan kue-kue yang namanya telah dikenal publik ataupun mengkreasikan kombinasi yang baru.
Dalam membuat kue juga hendaknya tidak mengabaikan ibadah Ramadan. Memang perlu pandai-pandai mengatur waktu dan tenaga.
Dalam prosesnya, pembuatan kue dapat dilakukan secara gotong royong. Seperti pada kisah Upin & Ipin, di mana saudara kembar tersebut ikut serta membantu, baik dalam pembelian bahan, turut membantu menjual kepada teman-temannya, serta ikut serta membuatnya.
Anak yang turut serta tentu disesuaikan dengan kapasitasnya dan jangan berlebihan. Pengalaman membantu membuat kue dapat menjadi pengalaman berharga dan terkenang bagi anak. Di samping itu ada ragam pembelajaran yang dapat diraih anak, seperti belajar berproses, berhitung, serta menggerakkan motoriknya dalam pengerjaan pembuatan kue.
Bagi anak, turut serta dalam pembuatan kue juga merupakan pembiasaan agar mereka gemar membantu dan meringankan beban orang lain.
Episode “Kuih Ramadan” itu juga memperlihatkan bagaimana budaya tolong menolong, seperti Abang Iz yang sedia mengantarkan bahan-bahan kue, serta memberikan tempat bagi kue-kue Kak Ros untuk dijual di toko kelontong Kedai Runcit.
Kue juga dapat menjadi sisi yang menggerakkan ekonomi serta menambah pundi-pundi. Seperti ditunjukkan Kak Ros yang bertekad laba dari kue tersebut akan digunakan sebagai tambahan bekal finansial jika terpilih dalam pertukaran pelajar ke Indonesia. Sedangkan Abang Iz mendapatkan komisi dari kue-kue yang terjual di toko kelontongnya.