Belajar Peduli Lingkungan Dari Film “Flow”
Arifin
Sudahkah Anda menonton film Flow? Film asal Latvia tersebut baru saja meraih penghargaan Piala Oscar kategori Best Animated Feature.
Apa saja yang menarik dari film karya sutradara Gints Zilbalodis ini? Salah satunya menurut hemat saya dari sisi sudut pandang yang dipilih. Film Flow menggunakan sudut pandang hewan, ketika lingkungannya mengalami bencana berupa banjir. Dengan pemilihan sudut pandang tersebut menjadikan film ini ramah anak serta memantik empati.

Para penonton filmnya, para manusia, bisa jadi “tercolek” bahwa karena para manusia pula lah lingkungan menjadi rusak serta menimbulkan meningginya permukaan air laut serta bencana hidrometeorologi. Yang akibatnya dapat menerpa para binatang dan tumbuhan.
Film Flow juga menarik karena tanpa dialog kata-kata. Visual, suara musik latar, ekspresi, menjadi bahasa dan jembatan komunikasi yang membawa pesan. Hal tersebut cukup menyegarkan, serta bisa-bisa saja kok membawa kesan yang menyentuh dan mendalam dengan pilihan tanpa kata tersebut.
Melihat dari sudut pandang hewan, hal tersebut dirasakan betul. Dari gerakan yang dilakukan (seperti merasa ikut akan tenggelam ketika si kucing hitam tertarik arus dalam), bagaimana tabiat dan tingkah polahnya (seperti anjing, kapibara, lemur, burung).
Belajar peduli lingkungan dari film Flow dapat dirasakan melalui nuansa air yang naik kian meninggi dan meninggi, hewan-hewan yang melarikan diri dan mencari tempat yang aman dari bah. Hal tersebut menyentak kesadaran bahwa kerusakan di darat dan lautan dapat menyebabkan malapetaka macam yang terjadi di film Flow.
Film Flow juga menggugah kesadaran tentang bencana iklim dan bagaimana hewan-hewan berjuang untuk hidup. Bagaimana naluri dasar untuk bertahan hidup yang juga dimiliki hewan-hewan. Bagaimana para kijang yang mengendus bahaya dengan berlari sekencang-kencangnya, serta masih adakah tempat yang aman bagi hewan ketika bencana terjadi karena perubahan iklim. Suatu pesan universal yang dapat bergaung dan mempertanyakan kemanusiaan dan apa yang telah kita sumbangkan untuk tempat hidup bersama ini.