Tenangkan Hati, Penulis Berpengalaman Pun Mengalami “Writer’s Block”
Arifin
Sama seperti keterampilan-keterampilan lainnya, menulis pun memiliki berbagai macam hambatan. Salah satunya dikenal dengan istilah writer’s block. Writer’s block merupakan kondisi ketika seorang penulis mengalami kesulitan atau hambatan dalam menulis. Kondisi ini dapat terjadi pada penulis pemula maupun berpengalaman.

Writer’s block merupakan hal yang wajar terjadi. Yang terpenting adalah tidak menyerah dan terus berusaha untuk menemukan cara untuk mengatasinya.
Berbagai tips untuk mengatasi writer’s block tentu telah banyak bertebaran. Sebut saja dengan:
>> Menulis secara bebas apa pun yang sedang dipikirkan tanpa memperhatikan aturan-aturan penulisan
>> Membaca buku
>> Mencari suasana baru
>> Membuat outline atau draft terlebih dahulu secara garis besar topik yang ingin ditulis
>> Beristirahat
>> Beralih pada kegiatan lain untuk mengalihkan kejenuhan dan membuat pikiran kembali fresh
>> Memperkaya referensi
>> Menyiapkan dan menemukan waktu terbaik dan tempat ternyaman untuk menulis
>> De-cluttering dan melakukan pekerjaan rumah tangga
>> Menonton film atau series
Anda dapat mencoba berbagai tips tersebut. Mana tahu ada yang cocok dengan Anda. Saya sendiri secara personal, melakukan rupa-rupa tips yang disebutkan di atas. Di samping itu, Anda pun dapat menemukan cara khas tersendiri untuk mengatasi kebuntuan menulis. Cara yang bisa ditemukan seiring terjun serta mengerjakan penulisan.
Di atas telah disinggung bahwa writer’s block dapat terjadi pada penulis pemula maupun berpengalaman. Hal tersebut diamini oleh penulis Seno Gumira Ajidarma. Ia bahkan mengaku salah satu hambatan yang ditemuinya adalah ketika perut sedang lapar.
Penulis Dunia Sukab ini juga menenangkan bahwa mana bisa orang menulis terus. Di samping itu Seno menggarisbawahi untuk menikmati proses belajar menulis sebagai sesuatu yang menyenangkan.
Sementara itu, penulis Dee Lestari dengan menarik serta memantik, mengulik writer’s block dalam cerita pendek bertajuk Di Balik Papan Tik. Salah satu hulu dari kebuntuan menulis adalah ide. Maka penulis kumpulan cerita Tanpa Rencana itu menguak tentang relasinya dengan ide.
Bahkan penulis berpengalaman seperti Dee Lestari mengulik ide dengan petikan alinea berikut:
Aku berharap, setelah puluhan tahun kita bekerja sama, pekerjaan ini menjadi lebih mudah bagiku. Namun, nyatanya tidak demikian. Sebaliknya, pekerjaan ini makin sulit dari hari ke hari. Aku makin tahu apa yang kamu mau, standar tinggimu, kerumitan sekaligus kelugasanmu. Makin terang kamu ingin bersinar, maka harus kian merunduklah aku kepadamu. Berserah kepada maumu, melayanimu setepat dan sedetail mungkin. Kamu mitra yang sulit dipuaskan.
Maka, tenangkan hati, ketika buntu menulis. Anda tidak sendirian kok. Bahkan penulis berpengalaman dengan jam terbang panjang pun mengalaminya pula.