Kebaikan “Kecil” Dalam Cerita Favoritmu 

March 25, 2025
fakta menarik

Arifin

Bulan Ramadan identik dengan tebar kebajikan. Bulan suci ini menghadirkan nuansa, semangat, untuk berbuat baik sebanyak-banyaknya dalam berbagai bentuk.

Lantas, bagaimana kiranya kebaikan “ditimbang” pada sebuah cerita? Salah satu teori yang dikenal dalam formula penulisan cerita dikenal istilah “pistol Chekov”. Dimana pentingnya setiap elemen yang muncul dalam cerita mesti digunakan seoptimal mungkin agar tak menjadi pajangan yang selintas-lewat.

“Jika di babak pertama Anda sudah menggantungkan pistol di dinding, maka pada babak berikutnya pistol itu harus ditembakkan. Kalau tidak dipakai, jangan letakkan di sana,” kata penulis Rusia Anton Chekov.

Selain formula “pistol Chekov” tersebut, dikenal konsep sebab-akibat, serta saling keterkaitan. Dan mungkin pula pesan moral bahwa kebaikan yang dilakukan di masa lalu dapat menyelamatkan masa depan.

Dari berbagai cerita berikut, bagaimana kebaikan berbuah manis. Hal itu pada roti yang diberikan Peeta kepada Katniss, sepotong kue pandan yang diberikan Ale pada pramukantor Ipul, kebaikan Ramli kepada pemuda berkostum Power Rangers Hitam.

Roti dapat menjadi wahana welas asih, hingga menunjukkan karakter diri. Peeta Mellark yang berbaik hati untuk berbagi roti kepada Katniss Everdeen di musim dingin yang menggigit. Buah kelakuan baik itu terbawa sampai jauh dan terkenang bagi Katniss ketika mereka akhirnya mengikuti The Hunger Games.

Kemudian pada novel Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati, terdapat Ipul, pramukantor (OB) yang masih mengingat kebaikan kecil Ale: sepotong kue pandan yang diberikan tanpa maksud apa pun, tetapi berarti besar bagi orang lain.

Dalam “petualangannya” Ale bertemu dengan berbagai orang, di antaranya Ipul. Dari ragam perjumpaan tersebut Ale belajar sesuatu. Keputusasaan, depresi yang semula menghimpitnya perlahan melonggar. Ale pun mendapati bahwa hidupnya ternyata pernah—dan masih—memiliki arti.

Sementara itu, korelasi Ramli dengan pemuda berkostum Power Rangers Hitam dapat disimak pada nukilan cerita pendek Temu & Power Rangers karya Dee Lestari berikut:

Beberapa hari ini, di perempatan, ada seseorang berkostum Power Rangers hitam, memainkan pedang plastik berjurus-jurus entah apa. Begitu melihat kemunculan Power Rangers itu di jalan, aku merasa bahwa hidup tengah menunjukkan belas kasihan kepada Salma, kepadaku. Diberinya aku kesempatan untuk menghibur Salma dengan cara mudah dan murah.

“Bapak! Bapak! Itu!” Kudengar jeritan tertahan Salma dari jok belakang. Satu tangannya menunjuk, sementara satu tangannya lagi memeluk pinggangku erat-erat. Aku dapat merasakan buncahan semangat dan rasa senangnya.

“Dadah, dadah,” kataku sambil melambaikan tangan ke Power Rangers Hitam.

Salma melambai-lambai gembira. Kulihat tawa lebarnya dengan dua gigi ompong dari kaca spion.

Atas jasanya, pria di balik kostum itu menyediakan kotak sedekah. Kumasukkan selembar uang lima ribu ke karuds. Kurasa uang itu terlihat dari celah mata di topengnya karena jurus pedangnya kian menghebat setelah itu.

Kami berputar balik tiga kali sore itu. Sungguh, ini hari keberuntungan Salma, dan hari keberuntungan bagi Power Rangers.

Secuplik fragmen itu untuk kemudian terhubung dengan bagian saat Salma kehilangan binatang peliharaan kesayangannya ayam bernama Temu. Pemuda berkostum Power Rangers Hitam itulah yang memberikan informasi awal tentang Temu yang kemungkinan ada di arena sabung ayam. Sang pemuda itu pulalah yang menyelamatkan Ramli dari keroyokan massa ketika membawa kembali ayam Temu untuk anaknya Salma.

Apa yang ditanam, akan menemui hasil tuainya. Segala perbuatan akan mendapatkan ganjarannya. Melalui cuplikan tiga cerita di atas, kiranya dapat menjadi pemantik pengingat untuk bersemangat menebar kebaikan dalam keseharian.

© 2025 Amanz Media Sdn Bhd