Ketika Anak Mendapat Duit Raya
Arifin
Selain menyiapkan duit raya untuk kaum kerabat, perlu kiranya memikirkan penyikapan duit raya untuk anak. Duit raya merupakan simbol kasih sayang dan perkongsian rezeki di Aidilfitri.
Sebelum tiba di Hari Raya, orang tua dapat menggambarkan, melakukan simulasi tentang kemungkinan anak mendapat duit raya dari kaum kerabat. Maka ucapan, tindakan yang selaiknya dilakukan anak dapat diajarkan. Misalnya, menerima dengan tangan kanan, mengucapkan terima kasih.

Sesi persiapan sebelum Hari Raya juga untuk wanti-wanti agar tidak terjadi anak memaksa mendapat duit raya dari kaum kerabat. Pemberian duit raya sesuai kemampuan serta kehendak dari yang memberi. Kalaupun anak tidak mendapatkan dari salah satu kaum kerabat tak mengapa, serta anak tak perlu seperti menagih mana duit rayanya.
Hal lainnya yang juga dapat menjadi perhatian orang tua yakni perihal kebersihan. Bila uangnya berada pada sampul duit raya, praktis lebih terjaga. Namun, bisa pula kejadian, anak diberikan uang secara langsung (tanpa menggunakan sampul duit raya). Maka pintar-pintarlah mencari kesempatan untuk mencuci tangan dengan sabun nantinya ataupun menggunakan hand sanitizer.
Perkara duit raya juga dapat menjadi sex education bagi anak. Mari coba ditelaah dalam simulasi peristiwa. Mungkin saja terdapat kalimat “Peluk/cium dulu, nanti dapat duit raya!”. Walaupun om/tante tidak memiliki niat buruk, secara tidak langsung ini memberikan “tekanan” untuk anak. Jika anak tidak mau dicium atau dipeluk, bukan karena sombong, tapi batasan rasa aman diri.
Ajarkan anak untuk melakukan opsi: melambaikan tangan, tos atau cukup senyum, bila situasi semacam itu terjadi. Sex education tak hanya tentang organ reproduksi, tapi juga tentang hak, batasan, dan rasa aman.
Ketika anak mendapatkan duit raya juga merupakan kesempatan untuk mengajarkan literasi finansial. Anak dapat diperkenalkan dengan konsep menabung, investasi, ataupun membelanjakan uang dengan duit raya yang didapat.
Ajak anak untuk menghitung total pendapatan duit raya, lalu perkenalkan literasi finansial. Contohnya, dari duit raya tersebut dapat dibagi untuk membeli barang yang disukai anak, untuk menabung, serta investasi untuk pendidikan anak.