Yang Fana Adalah Kita
Arifin
Matamu mengedarkan pandangan
Di taman
Daun-daun yang berubah warna
Ada yang mencumbu bumi
Yang gugur
Dengan kenangan yang terserap tanah
Matamu mengedarkan pandangan
Di meja bundar
Kursi-kursi kosong, serta membayangkan mereka yang dulunya mengisi

Yang fana adalah kita
Menjemput ingatan
Mengingat warna suara mereka yang berpulang
Hari Raya adalah simpul yang mempertemukan
Yang terucap, yang tersirat
Sebelum Hari Raya, di Hari Raya, & hari-hari setelahnya
Matamu mengedarkan pandangan
Pada retakan di cangkir
Seperti becermin
Bagaimana serupa cangkir itu & matamu
Matamu menyimpan segala ketanpaan
Di waktu yang terus tumbuh
Beberapa ingatan tak kunjung berlabuh
Matamu mengedarkan pandangan
Pada cermin
Mencari senyum
Terkadang, di musim perayaan, ada rona senyum yang menggapai-gapai masa lalu
Tapi, hidup harus terus berjalan, bukan?
Seperti cangkir itu, yang tetap menjalankan tugasnya
Retakan di cangkir itu, mengingatkan akan fana
Mengingatkan kita