Kemana Suara Mengalir?

April 7, 2025
Puisi

Arifin

Kembali ke bandar

Setelah hari-hari lampau berkelana dan kembali ke “akar”

            Di antaranya yang beda adalah suara

Selamat datang kembali di hiruk pikuk bandar

Suara kendaraan

Suara kesibukan

Suara obrolan

Suara televisi yang menyala, walau tak ditonton

Suara-suara yang meminta perhatian, berharap didengarkan

            Saat kembali ke “akar”

            Suara-suara alam masih mengisi ruang

            Suara tumbuhan

            Suara-suara dari binatang yang bak melakukan konser di alam masih terbuka

            Kenal betul dengan suara binatang yang hadir di jam sekian

            Pertanda waktu

            Pertanda hari telah petang dan saatnya pulang

Saat kembali ke “akar”

Ada suara yang kau rindu

Suara tawanya

Tinggi rendah nada bicaranya

Orang-orang yang telah menyeberang ke negeri seberang

Kau mencari di ingatanmu, warna suara mereka, diksi yang biasa mereka ucapkan

            Saat kembali ke “akar”

            Kau mendengar suara dari dirimu sendiri di masa lalu

            Mimpi-mimpi

            Pandangan-pandangan naif tentang dunia dan seisinya

Selamat datang kembali di hiruk pikuk bandar

Sudah dini hari, kota ini masih hidup dengan suara-suara manusia

            Selamat datang kembali di hiruk pikuk bandar

            Dini hari, kau dengarkan suara dalam kepalamu sendiri yang masih sibuk bercakap-cakap

            Sepertinya kafein masih bekerja, sepertinya terlampau larut tadi meminum kopi

Selamat datang kembali di bandar

Dini hari, hening di rumahmuKau terbangun, mendengarkan suara dari dirimu yang lebih jernih, lebih tenang

© 2025 Amanz Media Sdn Bhd