Kemana Suara Mengalir?
Arifin
Kembali ke bandar
Setelah hari-hari lampau berkelana dan kembali ke “akar”
Di antaranya yang beda adalah suara
Selamat datang kembali di hiruk pikuk bandar
Suara kendaraan
Suara kesibukan
Suara obrolan
Suara televisi yang menyala, walau tak ditonton
Suara-suara yang meminta perhatian, berharap didengarkan

Saat kembali ke “akar”
Suara-suara alam masih mengisi ruang
Suara tumbuhan
Suara-suara dari binatang yang bak melakukan konser di alam masih terbuka
Kenal betul dengan suara binatang yang hadir di jam sekian
Pertanda waktu
Pertanda hari telah petang dan saatnya pulang
Saat kembali ke “akar”
Ada suara yang kau rindu
Suara tawanya
Tinggi rendah nada bicaranya
Orang-orang yang telah menyeberang ke negeri seberang
Kau mencari di ingatanmu, warna suara mereka, diksi yang biasa mereka ucapkan
Saat kembali ke “akar”
Kau mendengar suara dari dirimu sendiri di masa lalu
Mimpi-mimpi
Pandangan-pandangan naif tentang dunia dan seisinya
Selamat datang kembali di hiruk pikuk bandar
Sudah dini hari, kota ini masih hidup dengan suara-suara manusia
Selamat datang kembali di hiruk pikuk bandar
Dini hari, kau dengarkan suara dalam kepalamu sendiri yang masih sibuk bercakap-cakap
Sepertinya kafein masih bekerja, sepertinya terlampau larut tadi meminum kopi
Selamat datang kembali di bandar
Dini hari, hening di rumahmuKau terbangun, mendengarkan suara dari dirimu yang lebih jernih, lebih tenang