Menilik Persamaan Don Dengan Upin & Ipin
Arifin
Film Jumbo mendapat atensi luas. Hal itu di antaranya tercermin dari filmnya yang hingga berita ini ditulis telah ditonton lebih dari 3,8 juta penonton. Berbagai konten melihat dari berbagai perspektif tentang Jumbo juga bertebaran di mana-mana. Lagu Selalu Ada di Nadimu muncul dalam berbagai musik latar di media sosial. Sejumlah hal tersebut merupakan sinyal viralnya film karya rumah produksi Visinema ini.

Sambutan hangat, cerita animasi, saya pun teringat dengan Upin & Ipin. Selintas terdapat beberapa persamaan antara kisah Jumbo dengan Upin & Ipin. Pepatah Afrika yang menyebutkan “Dibutuhkan satu desa untuk membesarkan seorang anak” menemukan relevansinya pada cerita Jumbo serta Upin & Ipin.
Karakter utama pada cerita yakni Don, serta saudara kembar Upin & Ipin merupakan yatim piatu sejak kecil. Meski begitu peran keluarga besar, sekolah, masyarakat, turut membantu mengembangkan karakter, menjadi pembelajaran bagi mereka. Peran serta masyarakat, di antaranya ditunjukkan melalui festival kreatif menyambut 17-an di Kampung Seruni. Sedangkan pada Upin & Ipin terdapat pentaz muzikal dunia fantasi di Kampung Durian Runtuh.

Penampilan di atas panggung macam itu membawa semangat kebersamaan serta merupakan wujud kepedulian masyarakat terhadap lingkungannya. Anak yang tampil di panggung dapat belajar, berekspresi, serta tumbuh percaya dirinya.
Don, Nurman, Atta, Upin, Ipin tak tumbuh bersama orang tua mereka, meski begitu peran itu tetap berusaha digenapi oleh kehadiran orang-orang dewasa di sekelilingnya. Don mendapatkan pendampingan dari Oma, Nurman dari Engkong, Atta dari kakaknya Acil, Upin & Ipin mendapatkan limpahan kasih sayang dari Opah dan Kak Ros.
“Tiap ada peran yang bersedih, ada peran yang menghibur,” begitu pesan Oma kepada Don, yang mengingatkan pentingnya mendengar serta berbagi peran. Percakapan singkat dengan Oma tersebut, menjadi titik balik yang menggerakkan Don untuk membantu Meri, berdamai dengan Atta, serta lebih peduli pada Nurman dan Mae.
Sementara itu, pada Upin dan Ipin, peran teman sebaya pun begitu penting, dalam lingkup bersosial, pembelajaran. Jarjit, Ehsan, Fizi, Mail, Susanti, Mei Mei, dengan segenap sifat dan keunikannya, turut membentuk dan memengaruhi tumbuh kembang si kembar Upin dan Ipin.