Buku Menjadi Pangkal Cerita Pada Tiga Film Ini

April 24, 2025
Uncategorized

Arifin

Hari Buku Sedunia diperingati setiap 23 April. Masih dalam semangat perayaannya, tahukah Anda sejumlah film memiliki buhul cerita pada buku. Film itu yakni Ada Apa dengan Cinta?, The Architecture of Love, serta Jumbo.

Buku-buku dapat berisi ribuan kisah, bisa juga jadi awal mula cerita sepasang kekasih. Masih ingat dengan kutipan dari pedagang buku Limbong pada film Ada Apa dengan Cinta? “Berawal dari buku lalu berlanjut ke malam minggu,” kata Limbong ke Rangga.

Ada pun buku yang menjadi buhul, pangkal cerita pada film AADC? tersebut yakni buku Aku karya Sjuman Djaya. Buku Aku menceritakan perjalanan hidup penyair Chairil Anwar mulai dari masa kecil hingga kematiannya. Sjuman Djaya menulis buku Aku dalam bentuk skrip. Ceritanya mengambil dari puisi-puisi Chairil Anwar yang menggambarkan proses perjalanan dan latar belakang bagaimana puisi tersebut bisa tercipta. Buku Aku merupakan gambaran mengenai hati penyair Chairil Anwar yang gelisah dan resah dalam menjalani hidup.

Mari beranjak ke film berikutnya yakni The Architecture of Love. Dikisahkan penulis populer Raia mengalami kebuntuan menulis setelah bercerai dengan suaminya Alam. Raia pun memutuskan untuk mencari inspirasi di kota New York, Amerika Serikat.

Di kota big apple tersebut, Raia dipertemukan dengan River seorang arsitek. Dari pertemuan awal menciptakan pertemuan-pertemuan selanjutnya, di mana mereka memutuskan untuk mengitari kota New York bersama. Raia mencari inspirasi untuk karya novelnya, sedang River mencari inspirasi untuk sketsanya.

Dari berkelana di New York tersebut, Raia menemukan cinta pada River Jusuf. Di samping itu, Raia Risjad berhasil melampaui writer’s block-nya dan berhasil menelurkan karya novelnya yang bertajuk Rindu.

Mari beranjak ke film berikutnya yakni Jumbo. Don memiliki buku dongeng karya ayah, ibunya. Don yang yatim piatu memiliki obsesi untuk mementaskan isi buku dongeng tersebut pada Festival Kampung Seruni.

Proses alih wahana dari buku dongeng ke atas panggung, melibatkan temannya Nurman, Mae, dan untuk kemudian Meri. Alih wahana tersebut mengantarkan Don dan teman-temannya menjadi pemenang pada Festival Kampung Seruni. Ada pun para penonton film Jumbo rasa-rasanya masih terngiang-ngiang serta menyanyikan lagu Selalu Ada di Nadimu yang dibawakan oleh Don dan Meri di atas panggung dengan diiringi petikan gitar Nurman.

© 2025 Amanz Media Sdn Bhd