Yang Tersembunyi Pada Buku
Arifin
Hari Buku Sedunia diperingati setiap 23 April. Masih dalam nuansa perayaan, sejumlah kisah berikut memiliki benang merah yang sama: yang tersembunyi pada buku. Hal itu dapat ditemui pada kisah Harry Potter, Jumbo.
Pada kisah Harry Potter, di mata pelajaran Ramuan, Harry Potter mendapatkan pinjaman buku Pembuatan-Ramuan Tingkat Lanjut. Buku pelajaran tersebut rupanya telah begitu aktif dicoret, diberikan catatan. Buku tersebut menjadi sahabat, sekaligus saksi sejumlah eksperimen dari pemilik sebelumnya.

Pangeran Berdarah Campuran – demikian informasi mengenai pemilik buku tersebut. Sejumlah catatan tulisan tangan dari Pangeran Berdarah Campuran ternyata menjadi metode yang lebih ampuh dibandingkan cara yang disarankan pada buku teks. Harry Potter pun menjadi piawai di mata pelajaran Ramuan karena mengikuti saran-saran tertulis pada buku tersebut.
Pada akhirnya siapa Pangeran Berdarah Campuran terungkap. Ia adalah Severus Snape.
Masih dari dunia Harry Potter, yang tersembunyi pada buku juga ditemui pada buku yang menjadi catatan harian Ginny Weasley. Menulis di buku tersebut bak berinteraksi dengan seseorang yang perhatian serta mendapatkan sejumlah saran.
Ginny pun menumpahkan pikiran, perasaan, kegelisahan di buku catatan harian tersebut. Ternyata buku tersebut dulunya kepunyaan Tom Marvollo Riddle yang di kemudian hari dikenal sebagai Voldemort.
Yang tersembunyi pada buku juga didapati pada film Jumbo. Don yang memiliki buku dongeng karya ayah dan ibunya, menemukan di bagian akhir buku tersebut terdapat notasi lagu beserta liriknya.
Lagu Selalu Ada di Nadimu untuk kemudian menjadi pemantik semangat bagi Don untuk menghadirkannya sebagai karya kreatif di hadapan publik. Don yang tak ingin diremehkan, mencoba mencari apresiasi pada Festival Kampung Seruni. Di mana salah satu pilar penampilannya yakni lagu Selalu Ada di Nadimu yang semula tersembunyi pada buku dongeng Don.