Mewaspadai Tanda-Tanda Asma Pada Anak

May 8, 2025
Kesihatan

Arifin

Batuk berulang atau batuk membandel bisa jadi adalah indikasi asma, penyakit kronis yang ditandai dengan peradangan dan penyempitan saluran napas.

Batuk-batuk merupakan gejala utama asma. Di samping itu, misalnya gejala napas berbunyi, seperti bunyi peluit atau mengi. Dua hal tersebut merupakan gejala utama yang bisa dicurigai apakah merupakan gejala asma atau penyakit lain.

Walaupun anak-anak berusia di bawah lima tahun umumnya lebih sering mengalami infeksi saluran pernapasan dibandingkan anak yang lebih besar, orang tua sebaiknya waspada bila anak sering batuk. Jika tiap bulan batuk, maka perlu waspada, jangan-jangan itu merupakan gejala atau ciri khas asma.

Anak yang pada siang hari dapat beraktivitas sebagaimana biasa namun batuk berat pada malam hingga dini hari ada kemungkinan menderita asma.

Gejala asma yang lain yaitu sesak napas dan munculnya rasa tertekan atau nyeri pada dada akibat penyempitan saluran napas dan peradangan di area sekitarnya.

Ada pun menurut Kementerian Kesehatan, dokter mendiagnosis asma berdasarkan hasil wawancara medis, pemeriksaan fisik, tes fungsi paru-paru, dan tes alergi bila diperlukan.

Pasien yang didiagnosis menderita asma memerlukan pengobatan untuk mengendalikan gejala, mencegah serangan asma, dan meningkatkan kualitas hidup.

Doker akan merekomendasikan pengobatan yang sesuai dengan kondisi asma pasien. Pengobatan asma bisa mencakup penggunaan inhaler untuk mengendalikan gejala asma dalam jangka panjang atau inhaler untuk meredakan gejala dengan cepat. Dokter juga bisa meresepkan obat-obatan tambahan untuk mengontrol gejala alergi yang memicu serangan asma.

Selain itu, perlu dilakukan manajemen lingkungan untuk menghindari pemicu asma seperti alergen atau iritan lingkungan serta penerapan gaya hidup sehat untuk membantu mengontrol gejala asma.

Perlu diketahui asma merupakan kombinasi faktor genetik dan lingkungan. Riwayat keluarga dengan asma bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami asma. Bila salah satu atau kedua orang tua sakit asma, maka kemungkinan anaknya mengalami asma lebih tinggi.

Ada pun faktor lingkungan yang bisa memicu asma antara lain polusi udara, paparan asap rokok, paparan bahan kimia tertentu, paparan alergen seperti serbuk sari, bulu binatang, debu, tungau, jamur, dan serbuk kayu.

Asma juga bisa dipicu oleh infeksi virus atau bakteri pada saluran napas serta faktor lain seperti aktivitas fisik yang intens, kondisi cuaca ekstrem, stres, dan penggunaan obat-obatan tertentu.

Sumber: Antara

© 2025 Amanz Media Sdn Bhd