Bisa Datang Ke Rumah Dalam Cerita Fiksi
Arifin
Lagu Stecu Stecu menarik perhatian publik di Indonesia. Di mana salah satu liriknya yang ikonik: Kalo memang cocok bisa datang ke rumah. Lirik ikonik tersebut mengingatkan saya pada sejumlah rumah dalam cerita fiksi. Rumah dalam cerita fiksi apa yang ada di top of mind Anda?
Bisa datang ke rumah – sejumlah rumah berikut cukup ikonik dalam cerita fiksi, yakni rumah hobbit, rumah Bruce Wayne, rumah yang ditinggali Harry Potter, serta rumah dalam kisah karya penulis Jonathan Stroud.

Siapa yang tidak terpesona dengan kenyamanan rumah hobbit? Menikmati kudapan, minum teh, serta suasana yang asri. Rumah hobbit dalam kisah The Lord of the Rings memang sebegitu nyamannya untuk ditinggali. Maka kala Frodo, Sam, Merry, Pippin, berpetualang menempuh bahaya, tak mengherankan “magnet” yang membuat kangen mereka adalah rumah di desa Shire.
Sementara itu, rumah multifungsi ditunjukkan oleh Bruce Wayne. Tak hanya menjadi tempat tinggal, melainkan juga menjadi markas bagi identitas lain dirinya: Batman. Di markas Batman, berbagai peralatan canggih seperti baju khusus yang digunakan, kendaraan, bertempat.
Menyeberang ke sisi lainnya yang lebih sederhana, terdapat Privet Drive nomor 4 yang ditempati oleh Harry Potter. Tinggal di rumah bibinya, Harry memiliki kamar di bawah tangga. Lalu, si anak lelaki yang bertahan hidup mendapatkan kamar yang lebih layak yang tadinya merupakan kamar tempat mainan-mainan Dudley.
Kamar lungsuran juga didapatkan pada Lucy Carlyle pada Lockwood & Co. Lucy menempati kamar yang dulunya ditempati Anthony Lockwood. Kamar di loteng tersebut memungkinkannya mendapatkan pemandangan jauh dari ketinggian.
Masih dari cerita karya Jonathan Stroud, kamar di loteng juga didapatkan Nathaniel pada kisah Bartimaeus. Dari kamarnya, Nathaniel dapat melihat di kejauhan Gedung Parlemen, tempat para penyihir yang bekerja di pemerintahan. Mimpi-mimpi Nathaniel dibina, di antaranya dengan pandangan jauh ke Gedung Parlemen. Di samping itu sejumlah eksperimen sihir, termasuk memanggil Bartimaeus, dilakukan pada kamar yang terletak di loteng.